Tangkal Longsor, Desa Kereana Tanam Ratusan Bambu di Titik Rawan
NTT, Liputan68.com- Pemerintah Desa Kereana, Kecamatan Botinleobele, Kabupaten Malaka, menggelar aksi penghijauan serentak dengan menanam anakan bambu di kawasan rawan longsor, tepatnya di Hutan Desa Dusun Anametan, Rabu (9/7/25).
Kegiatan ini melibatkan perangkat desa dan masyarakat, termasuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH). Penanaman dilakukan sebelum pembagian bansos PKH dan Sembako triwulan II tahun 2025.
Penjabat Kepala Desa Kereana, Willybrodus Kanisius Khun, S.Sos., menyatakan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial pemerintah desa serta upaya konkret menjaga kelestarian lingkungan.
“Bambu dipilih karena memiliki akar yang kuat dan mampu menahan pergerakan tanah di lereng. Ini adalah langkah antisipatif agar bencana longsor tidak terjadi,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen desa untuk aktif mendukung program penghijauan dan pelestarian alam di sekitar tempat tinggal.
“Ini momentum penting. Selain menanam, mari kita rawat dan jaga pohon-pohon yang sudah ada,” tambahnya.
Aksi ini mendapat apresiasi dari warga yang ikut langsung dalam kegiatan. Warga menyebut kegiatan ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga bentuk gotong royong menjaga kampung dari ancaman bencana.***(Eky Luan)

Tinggalkan Balasan