Liputan BERITA

Pilkada Melalui DPRD, Demokrat Pacitan Diisukan Tengah Siapkan Sejumlah Nama Calon Bupati Masa Depan. Loyalitas Birokrasi Dituding Sedikit Kendur, Bupati Aji Undur Mutasi Pejabat?

Ditulis oleh Liputan68 pada 17 September 2025 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Peta politik lokal di Pacitan, diprediksi akan mengalami dinamika signifikan terkait wacana perubahan Undang-Undang (UU) Pilkada, terutama mengenai mekanisme pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Ini menjadi perhatian serius bagi partai politik peserta pemilu karena mereka perlu meraih kursi signifikan untuk memenangkan proses pemilihan pasangan calon bupati dan wakil bupati.

“Wacana perubahan UU Pilkada bisa berdampak pada strategi partai politik dan proses pemilihan kepala daerah.

Jika benar, pemilihan melalui DPRD, partai perlu fokus meraih kursi DPRD untuk mendukung calon mereka,” kata sumber media, Rabu (17/9/2025).

Terkait wacana tersebut, tak heran bila belakangan mulai beredar kabar sejumlah partai peserta pemilu, seperti Demokrat di Pacitan disebut-sebut tengah mempersiapkan beberapa nama potensial untuk calon Bupati Pacitan. Seperti Gagarin, Indra Widya Agustina, dan Baginda Rahadian.

Diketahui bahwa Gagarin, saat ini menjabat sebagai Wakil Bupati, meskipun yang bersangkutan sudah tidak lagi sebagai Ketua DPD Golkar Pacitan.

Sedangkan Indra Widya Agustina, saat ini sebagai anggota DPRD Provinsi Jatim. Ia adalah kakak kandung Bupati Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro. Dan Baginda Rahadian, menjabat sebagai Ketua Fraksi Demokrat DPRD Pacitan.

Baik Indra maupun Baginda, keduanya adalah kerabat dekat Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pendiri Partai Demokrat.

Sumber tersebut mengungkapkan, untuk urusan birokrasi, Bupati Indrata sepertinya masih kekeh mempersiapkan Khemal Pandu Pratikna sebagai calon Sekda masa depan.

Saat ini, Khemal Pandu menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Pacitan, dan juga Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra. Ini menunjukkan bahwa pejabat asal Kecamatan Nawangan itu, memiliki peran penting dalam pemerintahan daerah.

“Namun perlu dicatat bahwa dinamika birokrasi bisa berubah,” terang sumber tersebut.

Disisi lain, loyalitas birokrasi di Pacitan saat ini disebut-sebut mulai kendur. Hal inilah yang menjadi perhatian serius Bupati Indrata Nur Bayuaji.

Tak heran bila mantan Ketua DPRD Pacitan itu, menunda mutasi untuk memastikan penempatan pejabat yang tepat.

“Penundaan mutasi ini mungkin terkait upaya Pak Bupati, untuk memastikan pejabat yang ditempatkan memiliki loyalitas dan kapabilitas sesuai kebutuhan.

Keputusan ini bisa jadi bagian dari strategi untuk memperkuat birokrasi dan efektivitas pemerintahan di Pacitan,”beber sumber yang lama kenal dengan wartawan ini.(Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian