Liputan BERITA

Malthla’ul Anwar Sumut Tolak Reshuffle Menteri Agama

Ditulis oleh Liputan68 pada 2 Juli 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

MEDAN – LIPUTAN68.COM – Sebagaimana diketahui, pasca beredarnya video kemarahan Presiden muncul beragam spekulasi dari pengamat dan politisi terkait reshuffle Menteri. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pernyataan Syafiq Syauqi, ketua GP Anshor PW Jawa Timur bahwa diantara yang patut di reshuffle adalah Menteri Agama.

Mathla’ul Anwar Sumut, dalam dalam hal ini diwakili oleh Drs. H. Taufiq Lubis, ketua PD Mathalul Anwar Deli Serdang yang didampingi sekretarisnya Ahmad Fauzi, S.Pdi menolak tuntutan reshuffle itu.

Senada dengan penolakan PCI Pandeglang Mathla’ul Anwar, Taufiq menilai pernyataan Syafiq itu insinuatif dan halusinatif.

“Kita sejalan dengan pernyataan pak Zainal Muttaqin, wakil panglima PCI Pandeglang Mathla’ul Anwar yang bilang kalau pernyataan itu insinuatif dan halusinatif sebab sepanjang pidatonya Presiden tidak ada menyinggung masalah kementerian agama. Jelas kok, fokus pidatonya adalah masalah penanganan Covid-19”. kata Taufiq.

Taufiq mengingatkan bahwa pendiriannya itu bukan hanya karena satu ormas, tapi didasarkan oleh pandangan yang objektif.

“Tapi ingat ya, perlu dicatat, dukungan ini bukan hanya karena satu ormas, tapi ini objektif, karena secara nalar pernyataan itu juga tidak dapat diterima karena terlalu tendensius, dan jatuh pada Suudzon.”
Lebih jauh, Taufiq juga menegaskan “agar berfikir dan bertindak proporsional” dalam merespon kemarahan presiden itu.

“Tak perlulah kita tuduhkan resfhufle menteri itu…ke menag, kita harus proporsional karena seperti yang sudah dijelaskan oleh pak Zainal, reshuffle itu hak preogratif Presiden, jadi jangan ada kesan mendikte presiden.” Tegas Taufiq.

Tentu sebagai elit ormas Islam, dalam sistem ketatanegaraan, kita hanya menilai apa yang tampak dari pernyataan Presiden. Secara positif, kemarahan presiden adalah permintaan kepala Negara agar para menterinya berkerja extra-ordinari di masa pandemic saat ini.

“Kemarahan itu kan agar para Menterinya bekerja lebih keras, tidak seperti biasa di masa normal, jadi ya itu saja, nggak usah jauh-jauh menilai, bahkan terkesan melampaui presiden jadinya.”pungkas Taufiq.

(M-01)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian