Liputan DIREKTORI

Tepi Sungai Deli Dipenuhi Sampah, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Singgung Kerjaan BWSS

Ditulis oleh Liputan68 pada 18 Oktober 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

Dikutip dari: medan.tribunnews.com

TRIBUN-MEDAN.com – Tumpukan sampah berbau busuk di tepi Sungai Deli, Gang Mesjid Jalan Brigjen Katamso Medan Maimun sangat tak sedap tercium. Tumpukan sampah terletak tepat di bawah jembatan penyeberangan yang ada di ujung Gang.

Seorang pengepul yang juga tengah menyisir tumpukan sampah mengatakan bahwa sampah ini berasal dari warga sekitar gang yang kerap membuang sampah sisa konsumsi rumah tangga tepat ke tepi sungai.

“Sampah orang sekitar sini itu, karena enggak tahu mau buang sampah di mana jadi dibuang aja ke sini. Kalau yang ada halaman nya biasanya mereka bakar sampah nya,” ujarnya.

Amatan Tribun Medan, beberapa warga yang bermukim tak jauh dari tepi sungai tampak membuang sampah nya ke tumpukan sampah yang sudah ada.

Seorang warga, Bu As mengatakan jika air naik tak jarang sampah jadi terbawa oleh air sungai ke permukaan. “Sering juga ini sampah naik kalau lagi banjir. Sebenarnya bukan enggak mau buang sampah di tempat nya, tapi enggak ada tempat pembuangan sampah nya,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, Muhammad Husni mengatakan bahwa pihak nya akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sumatra atau BWSS mengenai penumpukan sampah di tepi Sungai Deli ini.

“Nanti kita akan koordinasikan dengan BWSS mengenai sampah ini. Karena kalau sudah berkaitan sama sungai tidak hanya tanggung jawab dinas saja,” tuturnya.

Ia mengatakan Tempat Pembuangan Sementara atau TPS yang ada di sekitar Kampung Baru ini bersifat TPS berjalan.

“Ada TPS nya tapi TPS berjalan, setiap pagi ada mobil kita yang angkut sampah dari becak-becak sampah yang ada,” katanya.

Mengenai hal ini, Husni mengatakan dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke pinggir sungai.

“Butuh kesadaran dari masyarakat untuk bagaimana tidak membuang sampah sembarangan apalagi ke sungai. Masalah nya, kesadaran masyarakat kita masih rendah,” pungkasnya. (cr14/tribun-medan.com)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian