Beragam Harga Dari Sinovac. Begini Penjelasan Jubir GTPP dan IDI Kabupaten Pacitan Mengenai Vaksin Sinovac
Pacitan, liputan68.com- Tak lama lagi, kegiatan vaksinasi covid-19 akan dilaksanakan di Kabupaten Pacitan. Lantas bagaimana pendapat masyarakat terkait upaya pemerintah untuk menangkal serangan virus SARS-CoV-2 tersebut?
Tak sedikit masyarakat yang mengapresiasi langkah pemerintah untuk mengikuti kegiatan vaksinasi, ditengah badai coronavirus.
Namun tak sedikit pula masyarakat yang ragu dan resisten dengan upaya tersebut. Ada pula mereka yang begitu menyangsikan kualitas vaksin covid-19.
Salah satu alasannya, vaksin sinovac dijual dengan beragam varian harga. Mulai kisaran satu jutaan hingga ada yang tak sampai Rp 100 ribu. Fenomena inilah yang memantik keraguan sebagian masyarakat, untuk menerima vaksin sinovac.
Sekertaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pacitan, dr Johan Tri Putranto, menegaskan, agar masyarakat tidak meragukan keahlian pemerintah dengan tenaga kesehatan yang ada untuk melaksanakan kegiatan vaksinasi covid-19. “Jangan ragu dengan kualitas vaksin sinovac. Vaksin ini sudah melalui uji klinis yang begitu panjang, hingga akhirnya direkomendasikan untuk digunakan sebagai upaya pencegahan infeksi virus SARS-CoV-2 di Indonesia,” terang dokter yang juga dipercaya mengendalikan UPT Puskesmas Gondosari Kecamatan Punung Dinas Kesehatan Pacitan ini, Selasa (26/1).
Johan menjelaskan, tidak ada varian harga mengenai vaksin sinovac. Sejak diproduksi untuk kegiatan vaksinasi, sinovac dijual dengan harga flate dan tidak ada perbedaan. “Harganya sama, tidak ada varian harga dari vaksin sinovac tersebut. Jadi nggak benar kalau ada kabar harga sinovac bervariasi dari mulai satu jutaan hingga tak sampai 100 ribu,” bebernya.
Lebih lanjut, pria yang saat ini dipercaya sebagai penanggungjawab wisma atlet sebagai lokasi karantina bagi pasien covid-19 confirm tersebut mengatakan, seperti diketahui bahwa vaksin itu kuman yang telah dilemahkan. Sinovac ini, lanjut dia, sangat sesuai dengan genetika orang Indonesia.
Pembuatannya pun dengan teknik yang terbilang sederhana, namun tidak mengurangi kualitas dari vaksin tersebut. Bahkan perlakuan dari sinovac ini cukup mudah. Tak sedikit jenis vaksin yang harus membutuhkan tempat penyimpanan sampai minus 20 hingga 70 derajat celsius. “Karena proses produksi yang terbilang simpel dengan teknis yang sederhana, tentu akan memengaruhi biaya produksi.
Sehingga tak heran, kalau harga sinovac relatif murah, namun tak kalah dari sisi kualitasnya untuk menangkal coronavirus. Selain itu efek samping yang muncul, relatif kecil,” jlentrehnya memberikan perusasif.
Sementara itu, ditempat terpisah, juru bicara tim komunikasi publik GTPP Covid-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto, juga menegaskan kalau kualitas sinovac tak perlu disangsikan lagi.
Vaksin tersebut, sambung dia, sangat bermutu. “BPOM sudah mengeluarkan rekomendasi kalau sinovac aman digunakan. Begitupun majelis ulama Indonesia (MUI) juga menyatakan halal,” tuturnya.
Terkait rekomendasi tersebut, sebagai elemen GTPP, Rachmad meminta agar masyarakat mempercayai upaya pemerintah dalam rangka memutus mata rantai sebaran covid-19.
Apalagi sejak Tahun 1950 silam, pemerintah Indonesia sudah memiliki pengalaman terkait vaksinasi. Jutaan nyawa masyarakat terselamatkan dari kegiatan vaksinasi. “Jangan mempercayai pemberitaan yang tidak benar. Percayakan kepada pemerintah, agar badai coronavirus segera sirna,” tandasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan