Liputan PARIWISATA

Ini Kendala Sampai Kini Bali Nihil Kedatangan Wisman

Ditulis oleh Liputan68 pada 16 Desember 2021 • ⏱️ 2 Menit Baca

JAKARTA—LIPUTAN68.COM—Sejumlah kendala masih menghantui kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali sehingga kedatangannya masih minim sejak perbatasan internasional dibuka per 14 Oktober 2021 lalu.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Bali, Tjok Bagus Pemayun mengatakan ada tiga hal yang menjadi kendala bagi wisatawan mancanegara masuk ke Bali yakni mulai dari kebijakan visa, aturan karantina, dan syarat penerbangan langsung. Kendala ini dinilai harus dibicarakan baik -baik dengan pemerintah pusat agar mendapatkan solusi yang menguntungkan semua pihak.

Menurutnya, Pemerintah Bali saat ini berada satu barisan dengan pelaku industri pariwisata dalam mempercepat masuknya wiswan ke Bali.

Pemerintah Provinsi Bali akan mengajak para pelaku industri pariwisata bersama-sama menyampaikan ke pemerintah pusat terkait kebijakan-kebijakan yang dianggap memberatkan bagi wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Bali.

“Pada masa pandemi seperti saat ini, aksi demo bukan menjadi solusi, namun semua pihak harus menjaga image Bali tetap aman dan damai terlebih jelang perhelatan G20 tahun 2022 mendatang,” katanya seperti dikutip dalam rilis, Rabu, 15 Desember 2021.

Hal senada disampaikan Plt Kepala Dinas Kabupaten Badung, Cok Raka Dharmawan. Ia berharap agar selama Natal dan Tahun Baru jangan ada pembatasan untuk wisatawan domestik masuk Bali.

Menurutnya, akhir tahun menjadi masa uji coba dan kalau ini berhasil maka itu artinya Bali memang siap.

“Saat ini Badung fokus benahi destinasi wisata. Tahun 2021 ini Badung menetapkan 6 desa wisata juga saat ini sedang menyiapkan untuk penataan Pantai Kuta, Tanjung Benoa, dan Legian,” katanya.

Nihilnya wisman ke Bali meski sudah dinyatakan dibuka, menimbulkan kegelisahan para pelaku usaha pariwisata. Dalam upaya mendapatkan berbagai masukan mempercepat pemulihan pariwisata Bali, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung mengumpulkan seluruh anggota untuk rapat koordinasi. Rapat yang dipimpin langsung Ketua PHRI Badung sekaligus ketua BPPD Badung, IGAN Rai Surya Wijaya dihadiri anggota BPPD Badung, kelompok ahli Pemprov Bali bidang pariwisata, serta Plt Kadis Pariwisata Provinsi Bali.

Dalam sambutannya, Agung Rai menyampaikan bahwa tujuan rapat kali ini untuk membahas rancangan usulan yang nantinya akan disampaikan ke Pemerintah Provinsi Bali yang selanjutnya akan diteruskan ke pemerintah pusat terkait dengan permasalahan-permasalahan yang menyebabkan nihilnya wisman datang ke Bali.

“Kita harus berbuat, tidak boleh diam, kita harus satu suara dalam menyampaikan usulan ke pusat, tapi yang kita suarakan adalah suara perdamaian” katanya.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Bali sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah sudah berbuat banyak untuk mempercepat pemulihan pariwisata Bali, seperti vaksinasi. Saat ini vaksinasi tahap dua di Bali sudah mencapai 90 persen dari target yang ada.

“Kita harus dukung dan kita harus kerjakan yang terbaik untuk menjaga kenyamanan dan kondusifitas Bali,” tambahnya.

Menurutnya, saat ini sudah ada peningkatan wisatawan yang datang ke Bali dari pasar domestik, jumlahnya sudah mencapai 22 ribu per hari, terdiri dari 12 ribu melalui udara dan 10 ribu via jalur darat.

“Kita harus dukung usaha besar pemerintah dalam usaha kebangkitan pariwisata Bali, jangan melakukan kegiatan yang bisa merusak citra Bali di mata dunia,” katanya. (Tempo.co)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian