Tim Basarnas Hentikan Pencarian 2 Nelayan Sergai Yang Tenggelam di Laut Karena Cuaca Buruk
SERDANG BEDAGAI – LIPUTAN68.COM – Paska tenggelamnya Kapal Motor para Nelayan yang dihantam ombak saat mencari ikan dilaut berjumlah 6 Orang asal Kecamatan Tanjung Beringin Kecamatan Serdang Bedagai (Sergai) pada hari Kamis (24/2) kemarin, 4 Orang berhasil diselamatkan sedang 2 Orang Nelayan asal Desa Nagur Kecamatan Tanjung beringin Asrul dan Awaluddin belum diketemukan
Tim Basarnas Medan dan Satpol Air, TNI AL, KPLP serta KNTI beserta para Nelayan Kecamatan Tanjung Beringin didampingi oleh Tim PMI Sergai melakukan pencarian kepada 2 Orang Nelayan yang tenggelam pada, hari Jum’at (25/2/2022).
Pada awak media, Sabtu (26/2/2022) Komandan Basarnas Jiko Purba yang juga didampingi oleh Ketua KNTI Sergai Zulham Hasibuan.
Dia mengatakan : ” Pada hari Jum’at (25/2) semalam bersama tim lainnya kami melakukan pencarian terhadap kedua orang nelayan yang belum diketemukan tersebut, dan dimana posisi lebih kurang 5 Note komil (NM) akan tetapi karena cuaca buruk terpaksa kita kembali ke titik awal dan menghentikan pencarian,” sebut Jiko.
Lanjutnya, karena Armada kita tidak bisa menjangkau ke LKP lantaran cuaca buruk dan semalam Ombak tingginya sekitar Dua Setengah Meter, ungkap Komandan Basarnas.
Beliau juga menyebutkan bahwa pada hari ini (Sabtu) kita Standby dulu karena info dari BMKG cuaca gelombang laut sangat tinggi diperkirakan 3 – 4 meter, dan saya bersama Tim Basarnas tetap memantau di sekitaran Dermaga TPI Tanjung Beringin dan jika keadaan cuaca sudah baik, kami bersama para Tim akan melakukan pencarian.
Saya juga sudah berkordinasi dengan Basarnas Belawan mereka juga sudah turun melakukan pencarian, tapi karena tadi pagi cuacanya buruk akhirnya mereka juga kembali ke Pelabuhan Belawan, tetapi mereka tetap Standby, kata Jiko.
Sementara Tamrin selaku perwakilan nelayan mengucapkan Ribuan terimakasih kepada seluruh tim yang ikut berpartisipasi dalam pencarian kedua nelayan yang hingga saat ini belum ditemukan. ” Doa kami semoga kedua rekan kita dapat ditemukan, kata Tamrin.
Sebelumnya, dalam pemberitaan kemarin Empat dari Enam Nelayan Tradisional selamat dari maut yakni, Ibrahim (40), M Kosim (62), Songah Iswandi (45), M Baiduri (26), dan Dua orang Nelayan Asrul dan Awaluddin, tenggelam serta belum ditemukan hingga berita ini diturunkan.
(Dipa)

Tinggalkan Balasan