Liputan BERITA

Banyak Pohon Di Paku, Pemda Pacitan Cuek

Ditulis oleh Liputan68 pada 9 Juni 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan – Tragis, Kabupaten Pacitan yang dikenal telah berhasil menerima anugrah Adipura kota sebanyak 15 kali, ternyata tidak seperti kenyataan. Anugrah yang diberikan karena keberhasilan dalam menjaga kebersihan dan pengelolaan lingkungan kota ini ternyata terkesan hanya sekedar ceremony saja.

Penilaian Adipura bukan hanya tentang menjaga kebersihan, tapi juga terkait dengan pengelolaan lingkungan. Seperti sulap.kebersihan terjadi hanya ketika akan ada penilaian, namun setelah tim penilai datang, semua kembali seperti semula, kotor dan semrawut.

Pemandangan yang paling jelas dapat dilihat adalah, banyaknya pohon pohon kota yang dijadikan tempat memasang iklan produk dan jasa. Taman taman kota pun tidak luput jadi korban tempat pasang iklan.

” Penyedia barang dan jasa pada ngawur pasang iklan. Lebih ngawur lagi , partai partai politik. Pasang gambar di taman kota, di pohon , dipinggir jalan. Ngawur pokoknya ” kata Yoga andriatmoko, aktivis lingkungan, Jumat (09/06/2023).

Pohon pohon kota banyak menjadi korban sebagai media iklan, banyak paku yang ditancapkan disana. Padahal sudah jelas ada peraturan gubernur Jawa Timur nomor 76 tahun 2019, tentang pengelolaan pohon pada ruang publik.

” Ya Pergubnya sudah ada.tapi kan turunan pergub berupa perda atau perbup belum ada. Ya bagaimana lagi .” Jelas AB ( inisial) salah satu pegawai pemerintah kabupaten Pacitan yang enggan disebut namanya.

Fungsi kontrol dan prosedur pemasangan iklan tersebut seolah menjadi lingkaran yang tidak berujung, pasalnya perusahaan jasa tersebut juga telah memiliki ijin serta membayar pajak iklan kepada pemerintah daerah.

” Itu ada satpol PP yang katanya penegak perda. Tau ada pemasangan di depan mata yang gak bener kok ya dibiarkan.itu lagi dinas lingkungan hidup Pacitan, tau pohonnya ditancapi paku kok Ya diam gak dibersihkan. Nah lak repot. Nanti giliran kami yang bergerak dibilang sok cari sensasi cari muka. Jangan jangan mereka malah gak paham aturan .” Cetus Cuboh Hember, aktivis lingkungan pada pewarta. (Yul)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian