Liputan BERITA

Jubir GTPP Covid-19 Pemkab Pacitan : Jangan Sepelekan Coronavirus. Ingat !!!! Setiap Empat Jam Masker Harus Diganti

Ditulis oleh Liputan68 pada 18 Januari 2021 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan, liputan68.com- Jangan anggap remeh virus SARS-COV-2. Penyakit yang diklaim sempat membolak-balikkan ilmu kedokteran ini, sudah menginfeksi ratusan bahkan jutaan umat di dunia.

Pun tak sedikit mereka yang harus lebih awal kembali menghadap sang pencipta, gegara terinfeksi virus asal Wuhan, Tiongkok, China tersebut.

Virus yang belakangan memiliki beragam varian ini, juga tak pandang bulu ketika menginfeksi manusia. Tak kenal kaya atau miskin. Tak kenal pejabat ataupun rakyat jelata. Namun ketika mereka lengah untuk menjalankan protokol kesehatan, maka jangan salahkan apabila covid-19 dengan begitu mudah bersarang di tubuh manusia dan akan menggerogoti fungsi organ-organ vital.

Terkait hal tersebut, juru bicara tim komunikasi publik gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Pemkab Pacitan, Rachmad Dwiyanto berpesan, agar masyarakat bisa lebih disiplin menjalankan imbauan tim medis yang diberi tugas menangani sebaran coronavirus.

Utamanya protokol kesehatan, seperti menutup mulut dan hidung dengan masker, menjaga jarak fisik ketika melakukan interaksi sosial dan jangan lupa sesering mungkin mencuci tangan pakai sabun.

Sebab tangan sebagai salah satu anggota tubuh yang rentan sebagai media penularan virus SARS-COV-2. “Kuncinya hanya protokol kesehatan, guna lebih meminimalisir sebaran covid-19. Kita harus sadari, sampai detik ini memang belum ada obat untuk covid-19. Sekalipun vaksin memang sudah ditemukan melalui berbagai uji klinis.

Namun begitu, bukan berarti protokol kesehatan lantas diabaikan. Ini yang menjadi transformer sebaran covid-19 yang begitu dahsyat, karena kendurnya kesadaran masyarakat untuk melaksanakan protokol kesehatan,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pacitan ini, Senin (18/1).

Meski sudah melaksanakan protokol kesehatan, namun yang juga perlu diperhatikan mengenai alat penutup mulut dan hidung, yang harus segera diseterilkan minimal setiap empat jam sekali. “Masker itu idealnya setiap empat jam sekali harus diganti. Apalagi mereka yang beraktivitas tinggi dan sering melakukan interaksi,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Rachmad kembali mengingatkan kalau detik ini sarana isolasi bagi pasien covid-19 confirm yang disediakan pemerintah, sudah melebihi kapasitas.

Karena itu, GTPP mengambil kebijakan agar pasien positif covid-19 bisa melaksanakan isoalasi mandiri. Dengan catatan, mereka harus benar-benar patuh mengikuti standar operasional prosedur (SOP) penanganan covid-19. “Yang terbaik adalah mencegah. Untuk itu sekali lagi kami ingatkan, agar masyarakat benar-benar patuh dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Ingat hampir saban hari jumlah pasien meninggal terus bertambah,” tandasnya. (yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian