Liputan BERITA

Tak Pandang Istri Seorang Bupati, Ngopi Di Warung Angkringan Juga Biasa Dilakoni. Itulah Kesederhanaan Yang Ditunjukkan Evi Suroningsih Indrata Nurbayuaji

Ditulis oleh Liputan68 pada 22 Desember 2023 • ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan, Liputan 68.com-Meski sudah terpilh sabagai first lady, namun tak membuat istri Bupati Pacitan yang sekaligus Ketua Tim Pemggerak PKK, Evi Suraningsih Indrata Nurbayuaji itu, hidup hedon.

Wanita kelahiran Surakarta itu masih tetap tampil bersahaja dan menjaga keanggunan layaknya Putri Keraton Solo.

Sekalipun istri orang nomor satu di Pacitan, dengan berbagai fasilitas yang dipunya, namun kesederhanaan selalu ditujukan oleh seorang Evi.

Bagi Evi, makan di kedai angkringan, merupakan bukti keteladanan hidup sederhana. Selain itu, akan lebih mempererat tali silaturahmi antara pemimpin dengan rakyatnya.

Itulah yang sering dilakukan istri Bupati Aji ketika berkunjung ke pelosok desa untuk bertemu warga masyarakat.

Seperti yang terjadi Jumat petang (22/12). Usai bertandang ke kediaman Muhyi, korban kebakaran rumah di Desa Sedayu, Kecamatan Arjosari, untuk menyalurkan beragam bantuan, Evi menyempatkan diri “ngopi” bareng bersama rombongan dari Dinas Sosial di sebuah warung angkringan yang berlokasi di pinggir jembatan Desa Arjosari.

Ia nampak lahap menyantap gorengan dan berbagai menu bakaran warung hik bersama Kepala Dinas Sosial, Sumoro Hadi serta rombongan.

Tak ketinggalan warga sekitar yang tahu keberadaannya juga ikut ditraktir. “Bu Evi nampak sangat bersahaja dan akrab, ngopi bareng di warung angkringan. Padahal beliau seorang istri pejabat, namun semua itu tak diperlihatkan. Yang penting keakraban dengan warga masyarakat yang saat itu tengah asyik ngopi sambil bincang-bincang sana- sini, ” kata Sumoro, yang saat itu nampak duduk bersebelahan dengan istri orang nomor satu di Pacitan tersebut.

Menurut Sumoro, sebelum mampir di warung angkringan, istri Bupati Aji tersebut menyempatkan diri bertemu dengan korban kebakaran rumah di Desa Sedayu, serta menyalurkan bantuan.

“Beliau juga memberikan semangat, agar korban selalu diberi ketabahan, tawakal atas musibah yang dialaminya. Setelah pulang, beliau ngajak ngopi di angkringan. Awalnya saya sempat kaget, kok Bu Bupati berkenan ngopi diwarung hik,” tutur Sumoro. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian