Liputan KEAGAMAAN

Antusiasme Jemaah Musala Al-Muhajirin Kwala Begumit di Malam Nuzulul Qur’an

Ditulis oleh Liputan68 pada 28 Maret 2024 ⏱️ 2 Menit Baca

LANGKAT — LIPUTAN68.COM — Umat Islam di Indonesia sudah memasuki puasa ke-17 Ramadan 1445 Hijriah. Tak luput bagi puluhan masyarakat Kwala Begumit yang beramai-ramai melaksanakan Salat Isya dan Tarawih pada malam nuzulul qur’an tersebut, bertempat di Musala Al-Muhajirin, Jalan Idris, Lingkungan VI, Kelurahan Kwala Begumit, Kecamatan Binjai, Langkat, Rabu (27/3/2024).

Pelaksanaan ibadah tersebut dipimpin Ustaz Yunus selaku imam, dengan menggelar salat Tarawih dan Witir dalam 13 rakaat, dimana jemaah terlihat antusias dengan padatnya ruangan musala.

Salat Tarawih di malam turunnya kitab suci Alqur’an memiliki banyak keutamaan dan manfaat, di antaranya mengampuni dosa, mengangkat derajat, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Keutamaan ini bersumber dari hadis-hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan tentang fadilah ibadah Tarawih pada malam-malam tertentu saat Ramadan.

Salah satu peristiwa penting dalam sejarah terkait fadilah Tarawih malam nuzulul qur’an adalah, ketika Nabi Muhammad SAW melaksanakan ibadah tarawih pada malam tersebut bersama para sahabatnya.

Peristiwa ini menjadi landasan utama bagi umat Islam untuk melaksanakan ibadah Tarawih pada malam tersebut dan Insyaallah seluruh umat Muslim dapat memeroleh fadilah serta meraih ampunan dan keberkahan dari Allah SWT.

Guna memeroleh fadilah Tarawih malam ke-17, seorang muslim harus memenuhi syarat-syarat tertentu, seperti ikhlas dalam beribadah, bertaubat dari dosa-dosa yang telah diperbuat, dan bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa di masa yang akan datang. Selain itu, seorang muslim juga harus melaksanakan Tarawih sesuai dengan sunah Rasulullah SAW.

Ibadah tarawih malam ke-17 merupakan kesempatan emas bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memeroleh ampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat. Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk melaksanakan Tarawih malam ke-17 dengan ikhlas, penuh penghayatan, dan sesuai dengan sunah Rasulullah SAW.

Usai Salat Tarawih berjamaah, sejumlah anak-anak dan remaja di kampung itu melanjutkan ibadah Tadarus dengan melantunkan kalamullah di musala tersebut. (REL)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian