Liputan BERITA

DANDIM 1604/ KUPANG BEKALI SISWA WAWASAN KEBANGSAAN

Ditulis oleh Liputan68 pada 19 Oktober 2019 ⏱️ 2 Menit Baca

KUPANG-Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Karena Bangsa Indonesia adalah Bangsa Heterogen dan Multikultur dengan keberagamannya, maka perlu ada cara pandang terhadap keberagaman tersebut, atas diri dan lingkungannya sehingga muncul keseragaman didalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang disebut dengan wawasan kebangsaan.

Hal tersebut disampaikan Dandim 1604/Kupang Kol. Arh. I Made Kusuma Dhyana Graha, S.IP saat Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Guna Mencegah Sikap Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme kepada 200 siswa dan guru SMKN 1 Takari Desa Oesusu Kecamatan Takari Kabupaten Kupang di Aula sekolah setempat (17/10).

Lebih lanjut Made Kusuma mengatakan ancaman disintegrasi bangsa bukan hanya terjadi pada masa sekarang saja, tetapi sudah ada sejak berdirinya bangsa Indonesia.

“Ancaman disintegrasi bangsa selalu ada seiring dengan perkembangan dinamika Bangsa Indonesia sesuai dengan masanya. Pada masa sekarang, ancaman tersebut semakin masif dan terstruktur melalui perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, seperti sikap intoleransi, radikalisme, sikap inkonstitusional salah satunya terorisme” ungkapnya

Menurutnya untuk menghadapi hal tersebut maka harus dipahami tentang Empat Konsensus Bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dengan gaya bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, Dandim 1604/ Kupang Made Kusuma mengajak seluruh komponen masyarakat di Wilayah Kodim 1604/ Kupang, khususnya generasi muda dalam hal ini adalah para Siswa/i SMKN 1 Takari untuk melawan sikap Intoleransi, radikalisme dan sikap inkonstitusional seperti terorisme.

“Mari kita jaga wilayah kita sebagai Nusa Terindah Toleransinya dengan memperkuat Wawasan Kebangsaan, yang mana di dalam Pancasila terdapat lima esensi Nilai-nilai yaitu nilai religius, nilai persaudaraan, nilai keselarasan, nilai kerakyatan dan nilai keadilan, UUD 1945 mempunyai esensi nilai demokrasi, nilai kesamaan derajat dan nilai ketaatan hukum. NKRI memiliki nilai kesatuan wilayah, nilai persatuan bangsa, nilai kemandirian dan Bhinneka Tunggal Ika memiliki esensi nilai toleransi, nilai keadilan, dan nilai gotong royong ” jelasnya.

Mantan Dandim 1611/Badung ini juga menekankan pentingnya masalah karakter kebangsaan yang berlandaskan nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila.

“Bahwa tanpa karakter yg kuat maka kehancuran bangsa ini hanya akan menunggu waktu saja. When you lose your wealth it means you lose nothing. When you lose your health it means you something, But…when you lose your character it means you lose everything”, ungkapnya.

Diakhir materinya, Dandim 1604/ Kupang mengajak seluruh peserta sosialisasi agar arif dan bijak dalam memanfaatkan media sosial dengan tidak turut serta menyebarkan berita hoaks serta tidak mengeluarkan ujaran kebencian maupun provokasi.

Sosialisasi tentang wawasan kebangsaan ini juga mengjadirkan narasumber Dr. Atang Akhmad dari Universitas Muhamadyah Kupang bertema Wawasan Kebangsaan dengan tujuan mencegah Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme dari perspektif hukum.

Sementara itu Kepala SMKN 1 Takari, Johanis A. Nuban, S.Pd menyampaikan apresiasi dan terima kasih  kepada Dandim 1604/Kupang dan Dr Atang Akhmad atas pembekalan Wawasan Kebangsaan ini.

‘”Kami sangat berterima kasih kepada kedua narasumber yang telah memberikan materi ini sebagai bekal kami khususnya para Siswa/i SMKN 1 Takari dalam turut serta menjaga tetap tegak utuhnya NKRI dari berbagai ancaman disintegrasi bangsa”, jelasnya.

Bertindak selaku moderator dalam Sosialisasi  Wawasan Kebangsaan ini adalah Dosen Undana Dr Primus Lake.

Hadir dalam kegiatan ini Binda NTT Kol. Anton Popang, Dari Satpol-PP Kab Kupang Jhon Pandy Kasih , Kasubag Umum Kesbangpol Linmas Kab. Kupang Salmon Amfoni dan Danramil 1604-05/ Camplong Kapten Inf Camilo D.S serta sejumlah tamu undangan lainnya.(pendim1604kpg)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian