JAKARTA BARAT — Di tengah kehidupan perkotaan yang semakin padat, cepat, dan penuh tekanan, banyak orang diam-diam menyimpan kelelahan batin di balik rutinitas sehari-hari. Kesibukan yang terus berjalan kerap membuat masyarakat kehilangan ruang untuk berhenti sejenak, mengenali diri, serta merasakan hangatnya kepedulian dari sesama manusia.
Melihat fenomena tersebut, Yayasan Cahaya Cinta Kasih (YCCK) bersama SOUL Community Jakarta Barat menghadirkan sebuah gerakan sosial yang berbeda melalui kegiatan bertajuk SOUL Action, Sabtu (23/5/2026). Tidak hanya menjadi aksi kemanusiaan melalui donor darah, kegiatan ini juga menghadirkan ruang refleksi batin dan pemulihan emosional bagi masyarakat.
Kegiatan diawali dengan aksi donor darah di PMI Jakarta Barat yang dipenuhi antusiasme peserta sejak pagi hari. Warga dari berbagai kalangan hadir untuk berbagi kepedulian kepada sesama melalui setetes darah yang mereka donorkan.
Namun SOUL Action tidak berhenti sebagai kegiatan sosial biasa. Setelah donor darah, peserta diajak mengikuti sesi “Buka Lembaran Baru” bersama buku SOUL Reflection di Shan Xiang Coffee, Jakarta Barat. Dalam sesi tersebut, peserta membuka halaman buku secara acak dan menemukan pesan-pesan reflektif yang banyak dirasakan sangat relevan dengan kondisi hidup mereka saat ini.
Suasana hangat dan penuh energi positif begitu terasa sepanjang acara berlangsung. Banyak peserta mengaku tersentuh karena merasa menemukan jawaban atas pergumulan hidup yang selama ini mereka pendam sendiri.
Koordinator SOUL Community Jakarta Barat, Liawan Yus, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk pelayanan nyata kepada sesama sekaligus wadah untuk menumbuhkan kasih di tengah masyarakat modern yang semakin individualistis.
“Kami dari SOUL Community Jakarta Barat mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Cahaya Cinta Kasih, para donatur, dan seluruh peserta donor darah yang telah ikut serta dalam kegiatan SOUL Action ini sehingga berjalan dengan lancar dan baik. Kegiatan ini menjadi wadah pelayanan kami kepada Tuhan dan sesama manusia untuk dapat berbagi kasih,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Biarlah acara ini terus membawa manfaat dan menjadi cahaya bagi banyak orang,” tambahnya.
Kehangatan acara semakin terasa ketika peserta memasuki sesi sharing bersama. Dalam suasana santai dan penuh keterbukaan, peserta saling berbagi cerita kehidupan, pengalaman pribadi, hingga pergumulan yang selama ini mereka rasakan. Momen tersebut menciptakan ruang dukungan emosional yang membuat banyak peserta merasa tidak sendirian menghadapi kehidupan.
Jessy dari tim SOUL Action menilai kegiatan ini menghadirkan pendekatan berbeda dibandingkan tren pengembangan diri yang banyak berkembang saat ini.
“Sekarang sebenarnya banyak kegiatan self development berkembang, tetapi SOUL Action membawa sesuatu yang berbeda. Di sini bukan hanya belajar mengenali diri, tetapi juga saling support satu sama lain melalui sesi sharing setelah buka buku. Ada rasa diterima, dipahami, dan dikuatkan bersama,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang acara berlangsung. Banyak peserta yang awalnya hanya datang untuk donor darah akhirnya memilih bertahan hingga sesi refleksi selesai karena merasakan pengalaman emosional yang mendalam.
Salah satu peserta, Juliana, mengaku memperoleh pelajaran penting tentang kehidupan dan kepemimpinan setelah mengikuti sesi SOUL Reflection.
“Kegiatan ini sangat positif. Sebagai seorang pemimpin, kadang kita masih suka memakai ego dalam bekerja. Tetapi lewat pengalaman hari ini saya belajar bahwa semua di dunia ini tidak ada yang instan. Semua butuh proses dan toleransi,” tuturnya.
Sementara itu, Tri Rizki yang baru pertama kali mengikuti donor darah merasa kegiatan tersebut memberinya pengalaman yang sangat berkesan.
“Terima kasih kepada SOUL Community Jakarta Barat dan Yayasan Cahaya Cinta Kasih karena sudah memberikan wadah untuk saya dapat berbagi lewat donor darah. Ini pertama kalinya saya donor darah dan harapannya saya bisa melakukannya secara berkelanjutan agar dapat bermanfaat bagi sesama manusia yang membutuhkan,” katanya.
SOUL Action pun berkembang bukan sekadar menjadi kegiatan sosial, melainkan ruang perjumpaan antarmanusia yang dipenuhi kepedulian, refleksi, dan kasih. Melalui kegiatan ini, YCCK bersama SOUL Community Jakarta Barat ingin mengajak masyarakat menyadari bahwa membantu sesama tidak selalu harus dimulai dari hal besar.
Terkadang, setetes darah, pelukan dukungan, atau satu pesan sederhana yang menyentuh hati dapat menjadi awal perubahan bagi kehidupan seseorang.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai yang diajarkan Bunda Arsaningsih selaku pendiri Yayasan Cahaya Cinta Kasih, bahwa setiap kasih yang dibagikan dengan tulus akan kembali membawa terang dan kebaikan bagi banyak orang.
Melalui SOUL Action, YCCK berharap semakin banyak masyarakat tergerak membangun kepedulian sosial, memperkuat rasa kemanusiaan, serta membuka lembaran baru kehidupan dengan hati yang lebih damai, penuh cinta, dan bermakna.

