Ini Suara HIPMI di Tengah Pandemi
PADANG – Di tengah masa pandemi Covid 19, hampir semua aktivitas lumpuh. Bahkan, ekonomi pun terancam terpuruk. Musibah global ini dirasakan seluruh masyarakat dunia.
Terkait itu, kemampuan leadership kepala pemerintahan ditantang untuk cerdas menghadapinya.. Indonesia, sebagai negara yang baru dicabut stausnya sebagai negara berkembang, tentu akan merasa lebih berat menghadapi ini.
Namun, pemerintah d nilai tetap berperanan menentukan kebijakan dan membuat regulasi-regulasi penyesuaian agar bangsa dan negara ini tetap kuat menghadapi ancama Covid 19.
” Ini momen yang pas jika pemerintah ingin mengambil hati masyarakat. Amanah yang diserahkan masyarakat harus bisa dibuktikan berguna menyelamatkan bangsa ini,” kata Dewan Pembina Himpunan Pengusaha Muda Indonesia HIPMI ) Sumatera Barat, William Nursal Devarco kepada media di Padang, Rabu (6/6/2020).
Nursal mengatakan, jika pemerintah tak arif dan cerdas, tentu saja masyarakat kecewa. Ia juga mengatakan, masyarakat berhrap semua regulasi yang dipergunkan pemerintah saat it jadi senjata ampuh untuk keluar dari cobaan berat yang melanda.
Ia juga menilai kalangan usahaan juga sangat penting diperhatikan. Dunia kesehatan dibackup. Dunia ekonomi, terutama dunia usaha jangan pernah diabaikan.
Saat menyorot kebijakan BUMN ditengah pandemi yang melanda, Nursal mengapresiasi kebijakan bank yang berani menawarkan restruktur pada nasabah. Namun ia mengkritik ada BUMN yang memutuskan sepihak layanan pada usaha yang di landa pandemi ini.
” Sayang sekali jika hal naif itu terjadi. Harusnya pihak BUMN tersebut memberikan kelonggaran bukan pemutusan layanan,” ungkap Nursal menyesali sikap BUMN tersebut.
Ia menghimbau, pihak pemerintah tetap memperhatikan aktualisasi kebijakan hingga ke perangkat paling bawah. Saat ini, perhatian penuh pemerintah pada semua lini sangat harapkan sekali.( OK3)

Tinggalkan Balasan