oleh

DANDIM 1604/ KUPANG BEKALI SISWA WAWASAN KEBANGSAAN

KUPANG-Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar. Karena Bangsa Indonesia adalah Bangsa Heterogen dan Multikultur dengan keberagamannya, maka perlu ada cara pandang terhadap keberagaman tersebut, atas diri dan lingkungannya sehingga muncul keseragaman didalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang disebut dengan wawasan kebangsaan.

Hal tersebut disampaikan Dandim 1604/Kupang Kol. Arh. I Made Kusuma Dhyana Graha, S.IP saat Sosialisasi Wawasan Kebangsaan Guna Mencegah Sikap Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme kepada 200 siswa dan guru SMKN 1 Takari Desa Oesusu Kecamatan Takari Kabupaten Kupang di Aula sekolah setempat (17/10).

Lebih lanjut Made Kusuma mengatakan ancaman disintegrasi bangsa bukan hanya terjadi pada masa sekarang saja, tetapi sudah ada sejak berdirinya bangsa Indonesia.

“Ancaman disintegrasi bangsa selalu ada seiring dengan perkembangan dinamika Bangsa Indonesia sesuai dengan masanya. Pada masa sekarang, ancaman tersebut semakin masif dan terstruktur melalui perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, seperti sikap intoleransi, radikalisme, sikap inkonstitusional salah satunya terorisme” ungkapnya

Liputan JUGA  Gelar Sosper di Pegajahan, Anggota DPRD Sumut Azmi Sitorus Akan Membantu Para Petani

Menurutnya untuk menghadapi hal tersebut maka harus dipahami tentang Empat Konsensus Bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dengan gaya bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, Dandim 1604/ Kupang Made Kusuma mengajak seluruh komponen masyarakat di Wilayah Kodim 1604/ Kupang, khususnya generasi muda dalam hal ini adalah para Siswa/i SMKN 1 Takari untuk melawan sikap Intoleransi, radikalisme dan sikap inkonstitusional seperti terorisme.

“Mari kita jaga wilayah kita sebagai Nusa Terindah Toleransinya dengan memperkuat Wawasan Kebangsaan, yang mana di dalam Pancasila terdapat lima esensi Nilai-nilai yaitu nilai religius, nilai persaudaraan, nilai keselarasan, nilai kerakyatan dan nilai keadilan, UUD 1945 mempunyai esensi nilai demokrasi, nilai kesamaan derajat dan nilai ketaatan hukum. NKRI memiliki nilai kesatuan wilayah, nilai persatuan bangsa, nilai kemandirian dan Bhinneka Tunggal Ika memiliki esensi nilai toleransi, nilai keadilan, dan nilai gotong royong ” jelasnya.

Liputan JUGA  Daerah-daerah Penghasil Nikel Terbesar di Indonesia

Mantan Dandim 1611/Badung ini juga menekankan pentingnya masalah karakter kebangsaan yang berlandaskan nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila.

  Banner Iklan Sariksa