Liputan BERITA

Festival Air Pacitan 2025, Bakal Dihadiri SBY. Panitia Penyelenggara Aminnudin: “Merawat Sungai, Merawat Peradaban”

Ditulis oleh Liputan68 pada 23 September 2025 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Air adalah nadi kehidupan. Sungai adalah urat bumi yang mengalirkan sejarah, budaya, dan peradaban.

Berangkat dengan semangat itulah, pada Rabu, 24 September 2025, masyarakat Pacitan akan berkumpul di Kali Jelok, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan, untuk merayakan Festival Air Pacitan.

Acara akan berlangsung mulai pukul 13.30 hingga 17.30 WIB.

“Festival ini mengajak kita semua merenung sekaligus bertindak, bahwa merawat sungai berarti menjaga masa depan,” kata panitia Festival Air Pacitan, Aminnudin, Selasa (23/9/2025).

Aminnudin yang juga asli warga Desa Sukoharjo mengungkapkan, rangkaian kegiatan yang akan mewarnai festival nantinya, antara lain:

– Resik Kali, yaitu membersihkan sungai bersama, simbol kepedulian yang sederhana namun memiliki makna mendalam.

– Kirab Gethek yang merupakan prosesi arak-arakan rakit bambu dari Balai Desa Sukoharjo menuju aliran Kali Jelok. Ini merupa simbol perjalanan tradisi yang menghubungkan darat dan air, masa lalu dan masa kini.

– Pertunjukan Seni yang akan menyuguhkan, lantunan karya seniman Pacitan dan Surakarta, untuk menjembatani ruang batin manusia dengan alam.

– Melukis Sungai. Kegiatan ini diawali dengan goresan warna yang lahir dari cinta, sehingga menjadikan sungai sebagai kanvas kehidupan.

Festival bakal semakin semarak, dengan pertunjukan yang menghadirkan seniman-seniman pilihan, serta partisipasi langsung dari Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro.

“Festival air ini, lebih dari sekedar pesta budaya, karena dilatari gerakan bersama. Sebuah ikrar bahwa sungai bukan hanya air yang mengalir, melainkan sumber kehidupan yang harus dijaga, dirawat, dan diwariskan,”tuturnya.

Menurut rencana, selain akan dibuka langsung boleh Bupati Indrata, kegiatan legendaris dan sakral tersebut, juga akan dihadiri oleh Presiden ke-enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mantan Menpora, Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) dan sejumlah mantan anggota Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SiKIB).

Sementara itu tagline “Merawat sungai merawat peradaban” adalah ungkapan yang mengandung makna mendalam tentang pentingnya menjaga dan melestarikan sungai, sebagai bagian dari upaya memelihara peradaban manusia.

Banyak peradaban kuno berkembang di sepanjang sungai. Misalnya Sungai Nil, Sungai Tigris, Sungai Eufrat, yang menunjukkan betapa pentingnya sungai bagi kehidupan manusia.

Sungai merupakan tempat yang menyediakan air, mendukung ekosistem, dan berperan dalam siklus alam serta memiliki nilai budaya dan spiritual bagi masyarakat sekitar.

Merawat sungai sama halnya merawat konservasi air. Yaitu menjaga kualitas dan kuantitas air, mengurangi pencemaran akibat sampah, melindungi habitat dan biodiversitas, edukasi serta partisipasi komunitas dalam menjaga sungai.

Keseimbangan ekologi, akan bisa menjaga keseimbangan alam dan mendukung kehidupan biodiversitas.

Keberadaan sungai yang sehat tentu akan mendukung pertanian, perikanan, dan kebutuhan air masyarakat.

Semoga upaya merawat sungai dengan tradisi Festival Air Pacitan 2025, akan bisa berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan kemajuan peradaban yang berkelanjutan.(Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian