KENAPA HARUS MENCONTOH CINA ?

JAKARTA, LIPUTAN 68.COM –
Prediksi perumbuhan ekonomi pada Kuartal II menurut Kementrian Keuangan dan Bank Indonesia  tidak jauh berbeda dikisaran negatif 4% sampai 4,8% .Demikian pernyataan dari Destry Damayanti Deputi Senior Bank Indonesia di Jakarta  Senin (20/7/2020). Indonesia memang sekarang sedang menghadapi masa – masa sulit bahkan menurut dia pemulihan akan berlangsung sangat lambat sambungnya  lagi.

Bila pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam 2 Kuartal berturut turut negatif, praktis secara teknis Indonesia tidak akan kebal resesi .

Indikator awal menunjukan perekonomian Negara kita tidak sedang bagus, bukan tanpa alasan karena PDB Kuartal II  akan terkontraksi lebih dari 4%

Beberapa negara bahkan telah jatuh lebih dulu ke jurang resesi, seperti sebut saja Singapura, Korea Selatan, AS, Hong Kong, hingga beberapa negara di Eropa.

Lalu kenapa kita harus mencontoh China ?

Resesi atau tidak,  kita setidaknya  harus bercermin dari China.
Kita lihat catatan perekonomian China sempat mencatatkan PDB terkontraksi 6,8 persen pada kuartal I 2020 sejak pandemi Covid-19 menyerangnya di akhir 2019. Namun Pada  kuartal II sudah dapat memperbaiki keadaan di angka positif 3,2 %. Walaupun negara tirai bambu tersebut tidak berani memasang target sepanjang 2020,

Nah kuncinya apa ?
Petama Indonesia perlu memetakan kemunculan resesi sebelum terlambat. Kedua mempercepat penyaluran bantuan sosial secara tepat sasaran dalam bentuk tunai dan stimulus lainnya yang mampu menopang ekonomi.
Ketiga Penanganan Covid yang cepat.
Begitu dikatakan seorang Ekonom Bank Permata, Josua Pardede dilansir dari Kompas.com,  Senin (3/8/2020).

Memang semuanya tidak mudah semudah membalikan telapak tangan, tapi tidak ada salahnya patut ditiru dan dicoba. Semua terpulang pada pengambil kebijakan dan kedisiplinan kita dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

Sumber : Kompas.Com
Editor     : RI

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *