Jro Bima Minta Maaf Belum Bisa Realisasikan Bantuan Daging Babi Ajak Masyarakat Maknai Galungan Jaga Bali dan Perkuat Kebersamaan
DENPASAR | Ketua DPW Partai Perindo Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya atau yang akrab disapa Jro Bima mengajak seluruh umat Hindu dan masyarakat Bali untuk menjadikan Hari Raya Galungan sebagai momentum memperkuat persatuan, menjaga tanah Bali, serta melestarikan adat dan budaya warisan leluhur.
Mengingat, Hari Raya Galungan dirayakan pada Buda Kliwon Dungulan, Rabu, 17 Juni 2026.
Untuk itu, Hari Raya Galungan bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga nilai-nilai Dharma dalam kehidupan bermasyarakat.
“Hari Raya Galungan adalah simbol kemenangan Dharma atas Adharma. Saya mengajak seluruh masyarakat Bali untuk terus meningkatkan kebersamaan, menjaga tanah Bali, serta melestarikan adat istiadat yang telah diwariskan oleh leluhur kita,” kata Jro Bima.
Jro Bima juga menegaskan bahwa Partai Perindo Bali akan diarahkan sebagai sarana perjuangan untuk membantu masyarakat dan menjaga kepentingan Bali secara berkelanjutan.
“Partai Perindo yang saya pimpin di Bali akan saya gunakan sebagai alat perjuangan untuk membantu dan menjaga masyarakat Bali dengan tulus dan sepenuh hati,” tegasnya.
Dalam momentum Galungan tahun ini, Jro Bima juga menyampaikan permohonan maaf karena belum mampu merealisasikan keinginannya untuk membantu penyediaan daging babi bagi masyarakat saat Hari Raya Galungan, khususnya pada Hari Penampahan Galungan.
Meski demikian, Jro Bima berkomitmen untuk memperjuangkan program tersebut pada masa mendatang apabila Partai Perindo Bali memiliki keterwakilan di DPRD Bali.
“Saya berjanji, apabila Partai Perindo Bali nantinya memiliki wakil di DPRD Bali, saya akan berupaya merealisasikan program bantuan daging babi bagi masyarakat Bali pada setiap Hari Raya Galungan sebagai bentuk kepedulian terhadap tradisi dan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Jro Bima yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Yayasan Keris Bali menilai pembangunan Bali membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Oleh karena itu, Jro Bima mengajak masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Bali yang lebih maju, sejahtera, dan tetap menjaga identitas budaya.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Bali untuk berjuang bersama Partai Perindo mewujudkan perubahan menuju Bali yang lebih baik dan lebih sejahtera. Ini adalah janji saya di hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan para Dewa yang saya sucikan pada Hari Raya Galungan ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jro Bima menegaskan bahwa keberadaan Partai Perindo di Bali tidak semata-mata bertujuan meraih kekuasaan politik, melainkan menjadi wadah perjuangan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Partai Perindo bukan hanya kendaraan untuk merebut kekuasaan. Saya ingin Perindo menjadi sarana untuk membawa perubahan besar bagi Bali, menjaga kelestarian budaya, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi anak cucu kita,” tegasnya.
Jro Bima juga memaparkan sejumlah kegiatan sosial yang telah dijalankan Partai Perindo Bali, mulai dari bantuan kursi roda bagi masyarakat yang membutuhkan, donor darah secara rutin di seluruh kabupaten/kota di Bali, pembagian sembako kepada masyarakat kurang mampu, hingga aksi kebersihan lingkungan di kawasan pantai, pura, dan tempat bersejarah.
“Kegiatan sosial ini telah kami lakukan jauh sebelum tahapan politik tahun 2029 dimulai. Ini adalah bukti bahwa Partai Perindo hadir untuk melayani masyarakat, tanpa membedakan golongan, warna, maupun latar belakang. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga alam dan budaya Bali,” terangnya.
Mengakhiri pernyataannya, Jro Bima mengajak masyarakat menjadikan Hari Raya Galungan sebagai momentum introspeksi diri dan memperkuat komitmen menjalankan ajaran Dharma dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari jadikan Hari Raya Galungan sebagai momentum untuk menjaga hati dan pikiran agar tetap berada di jalan Dharma. Bersama-sama kita jaga Bali yang kita cintai demi masa depan anak cucu kita,” paparnya.
Jro Bima juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Galungan kepada seluruh umat Hindu yang merayakan.
“Selamat Hari Raya Galungan, Buda Kliwon Dungulan, Rabu 17 Juni 2026. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa menganugerahkan keselamatan, kerahayuan, serta kebahagiaan lahir dan batin kepada kita semua,” pungkasnya. (**).

Tinggalkan Balasan