PERLU PERAREM VEGETASI LAHAN DI DESA SEKITAR DANAU BUYAN-TAMBLINGAN


SINGARAJA-LIPUTAN68.COM – Bupati Buleleng, Bali, Putu Agus Suradnyana mendorong adanya perarem (aturan adat) di desa-desa yang ada sekitar Danau Buyan dan Danau Tamblingan. Seperti Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada sampai Desa Gesing, Kecamatan Banjar.

Dorongan tersebut disampaikannya saat ditemui usai memimpin sosialisasi desain penataan Danau Buyan di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng, Kamis (24/9/2020).

Agus menjelaskan, dia mendoronga agar adanya perarem mengenai vegetasi lahan di desa adat. Mulai dari Desa Wanagiri sampai ke Desa Gesing. Perarem vegetasi ini untuk mencegah alih fungsi lahan di desa-desa sekitar Danau Buyan dan Danau Tamblingan. Nantinya, dengan perarem tersebut, lahan dikembalikan ke budidaya tanaman keras yaitu kopi. “Ini kita untuk menjaga vegetasi dan juga ketersediaan air,” jelasnya.

Selain masalah vegetasi, di Desa Wanagiri juga terdapat banyak tempat atau destinasi untuk melakukan swafoto alias shelfie. Pada masa pandemi COVID-19, destinasi ini semuanya ditutup. Untuk beroperasi kembali, diperlukan kedisiplinan protokol kesehatan secara ketat. Rekomendasi mengenai protokol kesehatan pun sudah didapatkan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali.

“Nanti rekomendasi tersebut akan dikirim ke Kementerian LHK khususnya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Karena BKSDA yang memiliki wewenang di wilayah destinasi swafoto tersebut,” ujar Agus.

BAGIKAN KE :