Dr. ASB: Malam 1 Muharam 1448 H, Momentum Meneguhkan Derajat dan Martabat Kehidupan
Pacitan, Liputan 68.com-Suasana malam 1 Muharam 1448 Hijriah yang bertepatan dengan Senin Pon malam Selasa Wage, tanggal 15 Juni 2026, menjadi momentum istimewa bagi masyarakat Jawa yang sarat dengan nilai spiritual, refleksi diri, dan pengharapan akan kehidupan yang lebih baik. Dalam tradisi masyarakat, malam pergantian tahun Hijriah tidak sekadar menandai perubahan kalender, tetapi juga menjadi ruang perenungan untuk menata langkah menuju masa depan yang lebih bermakna.
Ketua DPRD Pacitan, Dr. Arif Setia Budi, memandang malam 1 Muharam sebagai saat yang tepat untuk memperkuat tekad dan memperbaiki kualitas diri, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, ungkapan Jawa “Senen Pon malem Seloso Wage, kepanggon derajat pangkat engkang bakuh” mengandung pesan filosofis yang mendalam. Derajat dan pangkat yang kokoh tidak hanya dimaknai sebagai kedudukan atau jabatan, melainkan juga kehormatan, integritas, dan kemuliaan akhlak yang diperoleh melalui kerja keras, kejujuran, serta ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Pergantian tahun Hijriah hendaknya menjadi pengingat bahwa setiap manusia diberi kesempatan untuk berhijrah menuju keadaan yang lebih baik. Derajat yang tinggi dan pangkat yang kokoh akan memiliki makna apabila dibangun di atas nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan pengabdian kepada sesama,” ujar ASB begitu akrab disapa, Sabtu (13/6/2026).
Ia menambahkan bahwa malam 1 Muharam merupakan momentum untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan hidup selama setahun terakhir. Segala capaian patut disyukuri, sementara berbagai kekurangan dapat dijadikan pelajaran untuk memperbaiki langkah ke depan.
Dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan, ASB mengajak seluruh elemen masyarakat Pacitan untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai titik awal memperkuat persatuan, gotong royong, serta semangat membangun daerah. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kekuatan moral, budaya, dan karakter masyarakatnya.
“Mari kita jadikan malam 1 Muharam 1448 Hijriah ini sebagai momentum meneguhkan niat baik, memperkuat persaudaraan, dan meningkatkan kualitas pengabdian. Semoga kita semua diberikan keberkahan, keselamatan, serta derajat kehidupan yang semakin mulia dan kokoh sebagaimana makna yang terkandung dalam petuah para leluhur,” tuturnya.
Di tengah keheningan malam pergantian tahun Hijriah, harapan-harapan baru pun dipanjatkan. Semangat hijrah menjadi cahaya yang menuntun perjalanan menuju masa depan yang lebih baik, dengan derajat yang terjaga, martabat yang kokoh, dan kebermanfaatan yang semakin luas bagi sesama.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan