Liputan BERITA

Penanggung Jawab Wisma Atlet Pacitan Ingatkan, Tipikologi Virus SARS-CoV-2 Sangat Ganas

Ditulis oleh Liputan68 pada 12 Oktober 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan, liputan 68.com- Penanggung jawab wisma atlet, Kabupaten Pacitan, Johan Tri Putranto, ingatkan bahwa ledakan kasus covid-19 yang terjadi belakangan ini, lebih disebabkan oleh tipikologi virus SARS-CoV-2 yang memang sangat ganas.

Menurut dokter yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala UPT Puskesmas Gondosari, Kecamatan Punung, Dinas Kesehatan Pacitan ini, karakter virus SARS-CoV-2 yang belakangan gencar menginfeksi puluhan warga tersebut, memang sangat masif berpindah dari satu pasien ke yang lainnya. “Bahkan virus tersebut ketika sudah menginfeksi pasien ketiga, hampir bisa dipastikan, pergerakan virus akan terus berjalan masif. Sehingga orang ke empat hampir bisa dipastikan positif terinfeksi, ketika mereka melakukan kontak erat,” ujarnya, Senin (12/10).

Menurut Johan, masifnya sebaran covid-19 di Pacitan, bukan dikarenakan kendurnya protokol kesehatan yang dijalankan masyarakat ataupun gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) covid-19.

Baik masyarakat, maupun elemen kesehatan yang ada, sudah bersinergi dan disiplin dalam menerapkan porotokoler kesehatan. Mereka (masyarakat) sudah sangat disiplin menerapkan 3 M. Yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan menghindari berkerumun (social distancing).

Begitupun bagi insan kesehatan, juga masif tanpa lelah melaksanakan 3 T. Yaitu tracing, test dan treatment. “Namun sekali lagi, kasus ini lebih disebabkan oleh karakter virus yang memang ganas. Sehingga begitu mudahnya menginfeksi seseorang. Ini yang harus bersama kita cegah. Karena itu protokol kesehatan memang harus lebih disiplin lagi untuk sama-sama kita laksanakan,” imbauannya.

Sementara itu, saat ditanya terkait kapasitas ruang isolasi di wisma atlet, Johan menegaskan, semalam pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama unsur GTPP lainnnya. Hadir juga pada kesempatan tersebut Sekertaris Kabupaten Pacitan, Heru Wiwoho Supadi Putro.

Johan menegaskan, hingga detik ini, baru 32 persen dari seluruh kapasitas di wisma atlet yang telah dipergunakan. Namun begitu, GTPP telah melakukan perencanaan dan bersiaga seandainya nanti ada ledakan kasus covid-19, sementara ruang isolasi di wisma atlet mengalami over load.

“Pak Bupati bersama Sekkab telah membuat pemodelan, seandainya nanti ada ledakan kasus covid-19. Terutama penyediaan ruang isolasi seandainya di wisma atlet mengalami over load. Hanya saja, kami belum bisa menginformasikan lokasi mana yang akan dimanfaatkan. Yang jelas, masih banyak aset daerah yang bisa dipergunakan sebagai lokasi karantina dan isolasi,” tegasnya. (yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian