JAKARTA – LIPUTAN68.com – Aksi penolakan disahkannya Undang-undang (UU) Cipta Kerja terjadi hampir di seluruh kota di Indonesia sejak rapat paripurna DPR RI mengesahkannya pada Senin sore (5/10). Dalam aksi-aksi tersebut, beberapa di antaranya -termasuk di Jakarta- pada Kamis (8/10) berujung ricuh.
Menanggapi aksi-aksi demonstrasi -termasuk yang berujung ricuh- Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menyebut ada pihak yang sengaja menungganginya.
Pria yang kini menjabat Menteri Pertahanan RI tersebut bahkan menyebut pihak asing yang menjadi dalang demo omnibus law yang berujung rusuh tersebut.
“Saya ingin beri peringatan, hoaks ini berarti ada yang ingin ciptakan kekacauan, nah dan saya punya suatu keyakinan ini berasal dari luar negeri ada kekuatan asing negara tertentu yang tidak pernah suka Indonesia aman dan maju,” kata Prabowo dalam video wawancara eksklusif yang diterbitkan okeh DPP Partai Gerindra, Senin (12/10/2020).
Terkait sejumlah massa yang melakukan pembakaran dan aksi anarkisme, Prabowo tidak yakin mereka berasal dari kalangan mahasiswa maupun buruh.
“Jadi coba anak-anak itu pikirkan, saya enggak yakin ya itu dari para mahasiswa, pemuda, ini pasti ada dalangnya ini pasti panas-panasin ini, ini dibiayai asing. Enggak mungkin seorang patriot mau bakar fasilitasi milik rakyat. Kalau mau demo silakan demokrasi itu boleh demo tapi masa bakar milik rakyat,” lanjut Prabowo.
Prabowo sendiri menilai rakyat yang melakukan aksi demonstrasi di sejumlah daerah itu justru belum membaca keseluruhan isi aturan yang baru disahkan itu. Ia menuding para pedemo itu termakan hoaks atau kabar bohong yang sengaja disebarkan berkaitan dengan Undang-undang Cipta Kerja ini.
“Jadi banyak sekarang ini yang kemarin demo belum baca hasil Omnibus Law itu dan banyak hoaks, banyak hoaks di mana-mana seolah ini enggak ada, itu dikurangi,” ucap Prabowo.








