Aji-Gagarin Menang Telak, Karena Memiliki Ikatan Dengan Tokoh Nasional
Pacitan, liputan68.com- Pendiri Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), masih menjadi figur sentral yang menjadi penentu kemenangan pada perhelatan Pilbup serentak 9 Desember di Kabupaten Pacitan.
Hal itulah yang menjadi indikator, meroketnya elektabilitas pasangan calon bupati dan wakil bupati, Indrata Nur Bayuaji-Gagarin, pada perhelatan Pilbup tahun ini. “Pasangan calon nomor urut satu, Indrata Nur Bayuaji dan Gagarin memiliki strong supporters hingga diatas 38,2 persen. Sedangkan rivalnya, pasangan Yudi Sumbogo-Isya Anshori, hanya sekitar 5 persen.
Mungkin saat ini kita sudah bisa mengucapkan selamat kepada Mas Aji (Indrata Nur Bayuaji) dan Gagarin. Sebab elektabilitasnya memang sulit tertandingi,” kata Ketua Sindikasi Survei Indonesia (SSI), EB Prayitno, saat menggelar jumpa pers hasil survei SBY dan Demokrat Effect, Ahad (1/11).
Menurut EB, kenapa Indrata Nur Bayuaji menang telak dalam perhelatan Pilbup 2020 ini? Yang pertama, adalah pengaruh SBY dan Partai Demokrat. Selain itu, pemilih lebih solid, masyarakat bersikap terbuka terhadap latar belakang Indrata Nur Bayuaji dan Gagarin. “Dan yang ketiga, interaksi pasangan calon nomor urut satu tersebut, ke masyarakat lebih intens. Hal inilah yang menjadi daya ungkit, mereka menang telak dalam perhelatan Pilbup,” jelasnya.
Lebih lanjut, EB mengatakan, dari tiga ribuan responden yang sempat ia datangi, 13 persen diantaranya menyatakan, kalau mereka (Indrata Nur Bayuaji dan Gagarin) pernah datang. Sedangkan rivalnya, yaitu pasangan Yudi Sumbogo-Isya Anshori, hanya satu persen responden yang menyatakan pernah didatangi. “Kemenangan Aji-Gagarin, karena mereka memiliki latar belakang ikatan dengan tokoh nasional,” tandasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan