Gebrakan Suharso Monoarfa Setelah Menjadi Ketum PPP ; Mengejutkan!
JAKARTA – LIPUTAN68.com – Ketua Umum PPP yang baru terpilih secara aklamasi, Suharso Monoarfa, langsung membuat gebrakan.
Kepada kader PPP diberikan pilihan. Menjadi pengurus DPP PPP atau menjadi caleg. Mereka yang diberi kepercayaan masuk struktur kepengurusan DPP, tidak diperbolehkan maju menjadi caleg pada Pemilu 2024.
“Mereka yang akan direkrut duduk sebagai penanggung jawab kerja elektoral tidak boleh menjadi calon anggota legislatif, tidak boleh jadi caleg,” tegas Suharso.
Suharso menerangkan bahwa selama ini orang mau masuk DPP supaya mendapat paspor untuk menjadi calon anggota DPR. Suharso ingin merubah stigma tersebut.
“Kita akan punya 20 jenderal (pengurus pusat). Maka, 20 orang yang di DPP ini, tidak boleh menjadi calon anggota legislatif DPR RI, DPR provinsi, DPR kabupaten/kota. Tugasnya satu, yaitu kerja elektoral. Setuju ?” tanya Suharso kepada hadirin.
“Setujuuuuu!” jawab para kader PPP serempak.
Kebijakan ini diambil demi untuk mewujudkan target 11.395.001 suara pada Pemilu 2024. Pada Pemilu 1999, partai berlambang Kakbah itu meraih 11.395.000 atau kurang satu suara dari target 2024.
Suharso Monoarfa terpilih secara aklamasi pada muktamar yang berlangsung di Makassar, 18-21 Desember 2020. Dia akan menjabat pada periode 2020-2025.
Sebelumnya, Suharso Monoarfa ditunjuk menjadi pelaksana tugas ketua umum PPP setelah ketua umum sebelumnya, Romahurmuziy ditetapkan tersangka oleh KPK.(1-M)

Tinggalkan Balasan