Liputan OLAHRAGA

Ajang All England 2021 Tim PBSI Indonesia Dipaksa Mundur, Geramnya Ketum PBSI: Tim RI Dipaksa Mundur dari All England Biar Tak Juara!

Ditulis oleh Liputan68 pada 18 Maret 2021 ⏱️ 2 Menit Baca

Liputan68.com | Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (Ketum PBSI), Agung Firman Sampurna merasa sangat kecewa dan amarah begitu kentara dikarenakan dipaksa mundurnya tim Indonesia dari ajang All England 2021 menjadi musababnya.

Tak hanya itu, Agung bahkan tak tanggung-tanggung menuding keputusan National Health Service (NHS), Badan Layanan Kesehatan Inggris sebagai dalang untuk mencegah wakil Indonesia meraih juara.

BWF memutuskan untuk mengeluarkan Indonesia dari All England 2021 setelah mendapat rekomendasi dari NHS. Diketahui selama berada dalam satu pesawat dengan orang positif corona dari Istanbul menuju Birmingham, Inggris. Sebanyak 20 orang pun diminta untuk menjalani isolasi mandiri selama 10 hari.

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dengan trofi juara All England 2020. Foto: Dok PBSI

“Dengan persiapan kami sekarang, memang tindakan ini adalah salah satu jalan yang membuat Indonesia tidak bisa juara. Jadi, jangan bertanding, karena kalau bertanding, Indonesia sangat berbahaya dan kami adalah kandidat juara yang kuat,” ujar Agung dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (18/3).

Dengan keputusan NHS itu, Agung menilai terasa janggal. Apalagi, sebelum turnamen, seluruh pemain dan ofisial Indonesia sudah dites swab dan dinyatakan negatif corona.

“Anda bisa bayangkan, betapa anehnya, kami sudah vaksin dua kali, tiba-tiba bukan (cuma) tidak boleh bertanding, tapi juga diminta isolasi 10 hari. Saya kurang paham, apakah ini diskriminasi atau tidak, kalau enggak boleh tanding, ya pulangkan saja, itu saja, kan?” tegasnya yang dikutip Liputan68.com dari Kumparan.

Ketum PBSI, Agung Firman Sampurna, mengunjungi pelatnas di Cipayung. Foto: Dok. Media PBSI

“Kami menyampaikan kekecewaan yang besar, tapi di saat yang sama, kami memahami bahwa potensi dan kemampuan tim bulu tangkis Indonesia ada dalam kondisi terbaik saat ini,” ucap pria yang juga menjabat sebagai Ketua BPK ini.

Agung memastikan pihaknya tak tinggal diam dengan kondisi tersebut. PBSI, lanjutnya, tetap akan berjuang untuk melihat peluang agar wakil-wakil Indonesia bisa tetap bertanding di All England 2021.

“Tapi, kalau tidak ada kita tak perlu berkecil hati karena kita adalah juara yang tertunda,” pungkasnya.

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian