Liputan BERITA

Merespon Pandemi, Komunitas Pesantren APIK Eratkan Persatuan Dan Fokus Kesejahteraan Santri

Ditulis oleh Liputan68 pada 19 Agustus 2021 ⏱️ 2 Menit Baca

Blitar, Liputan68.com – Bendahara Umum Asosiasi Pesantren Indonesia Kreatif (APIK) Gus Yasin Yusuf, SH menyoroti keberadaan pondok pesantre yang tersebar di wilayah Indonesia. Yasin Yusuf menilai sejak pandemi Covid-19 berjalan dua tahun dan memasuki masa new normal, kalangan pondok pesantren turut terkena dampaknya, banyak pondok pesantren terimbas mulai pembelajaran hingga pengembangan nya.

Demikian pandangan Yasin Yusuf yang dikemukakan dalam webinar zoom Ahmarian Bicara Sesi 2 Pendidikan, Jum’at (13/08/2021). Menurut Gus Yasin, hadirnya Asosiasi Pesantren Indonesia Kreatif (APIK) menjawab tantangan zaman. APIK merupakan organ wadah perkumpulan pesantren-pesantren kecil dan menengah yang dibentuk atas kesadaran para pendiri dan pengurus untuk mewujudkan visi dan misi kedepan.
“ APIK mempunyai visi yaitu terwujudnya ukhuwwah islamiyah dan ukhwwah iqtisodiyah antar pondok pesantren Indonesia yang di dorong dengan 5 misi mulya antara lain Memperkuat ta’aruf, ta’awun dan takaful, Mengembangkan entrepreneurship dan usaha ekonomi kreatif. Lalu Memperluas jaringan silaturrahim, kerjasama dan kemitraan ekonomi, Mengembangkan keterampilan kerja dan manajemen usaha ekonomi, dan menjalin Koordinasi lintas sektoral baik dengan pemerintah maupun swasta demi memperkuat dan mengembangkan usaha ekonomi.” Jelas Bendum Gus Yasin Yusuf, SH
Gus Yasin menjelaskan, dalam situasi pandemi sekarang, komunitas pesantren dibawah naungan APIK fokus bergerak pada program sosial pendidikan dan keekonomian. Sesuai dengan garis besar progam 5 tahun kedepan. Mulai dideklarasikan tahun 2017, banyak program APIK tercipta dengan kolaborasi llintas sektoral demi kemajuan pondok pesantren. Seperti mengadakan pendidikan dan latihan bidang ekonomi dan mengembangkan potensi SDM Pesantren Indonesia dan membantu bea siswa pendidikan formal dan non formal untuk kader – kader Pesantren kecil menengah.
“ Dalam program kerja Ekonomi APIK sudah terecanakan contohnya bekerjasama dengan HPI Agro (Djarum Group) melakukan penanaman perdana Jarak Kepyar, Serehwangi dan Talas Jepang(Sataimo) di desa Patokpicis Kec. Wajakra Kab. Malang. Pelatihan dan pembuatan pupuk organik cair (JST) asam amino, NBS, bekerja sama dengan yayasan Bengkel Bumi Indonesia di Jombang, Malang, dan Blitar. “ Tutur Gus Yasin yang juga aktivis Hijau Hitam.
Bagi Gus Yasin, kehadiran Asosiasi Pesantren Indonesia Kreatif (APIK), untuk membangun dan memperkuat perjuangan Pesantren kecil yang banyak tersebar di plosok Jawa Timur dan Indonesia.
Rumusan cikal bakal organisasi APIK melalui tahapan panjang, yang dimulai rapat kordinasi perdana di pondok pesantren Biharul Bahir ‘Asali Fadlailirraham Turen Malang. Kemudian berhasil dideklarasikan pada tanggal 26 November 2017 sebagai titik awal perjuangan membangun peradaban dan ekonomi Pesantren Indonesia.
“ Sejarah berdiri APIK berangkat dari diskusi 4 orang Dewan Pendiri pada September 2017 dengan KH. DR. Reza Ahmad Zahid, Lc, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Al Mahrusiyyah III, Kediri di kediamannya yang membahas sepak terjang Pondok Pesantren Kecil menegah yang masih bersusah payah dalam mempertahankan eksistensi di masa mendatang dan perjuangan dalam mendidik santri serta penguatan aspek usaha ekonomi.” Kenang Gus Yasin. (AS/DD)

SUSUNAN KEPENGURUSAN ASOSIASI PESANTREN INDONESIA KREATIF PUSAT
DEWAN PEMBINA
KETUA : KH. DR . M. SUBHAN ANSORI
ANGGOTA : KH. Dr . REZA AHMAD ZAHID, Lc., MA, GUS MUHAMMAD ZAINAL ABIDIN
IBU ASDIANA
DEWAN PENGAWAS
KETUA : KH. AH. HABIBUL AMIN
ANGGOTA : KIAI AHAD ALY MUNAWIR
NYAI FATIMATUZ ZAHRO,
PENGURUS HARIAN
KETUA UMUM : KH. M. MANSUR SHODIQ
KETUA : SUKARNO, S.Pd
ZAINUDDIN, M.Pd

SEKERTARIS UMUM : IMAM BASORI, S. Pd
SEKERTARIS : BAMBANG ADI HAPSENO
DR. SUPRIYONO
BENDAHARA UMUM : YASIN YUSUF , SH
BENDAHARA : ALI USMAN
SYAHRUN MUNIR
DIREKTUR EKONOMI : ZAINUDDIN,S.Pd
DIREKTUR PENDIDIKAN : DR. SUPRIYONO
DIREKTUR KEORGANISASIAN : BAMBANG ADI HAPSENO

 

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian