Liputan DAERAH

4 Pejuang Muda Sekadau Kejar Target Verval DTKS Dan Project Sosial

Ditulis oleh Liputan68 pada 14 Desember 2021 ⏱️ 2 Menit Baca

Sekadau-Liputan68.com– Menjelang program berakhir, Tim 4 Pejuang Muda (PM) Kementrian Sosial RI Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat yang beranggotakan Muhammad Fikri Fadil dari Universitas Tanjungpura, Jajang Sugiarto dari STAI Darussalam Cililin, Bandung, Nadia Rohadatul Aisy, dari Universitas Tanjungpura Dan Alpina Rahmawati, dari Universitas Veteran Bangun Nusantara mengejar target ketertinggalan veifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). (Sekadau, 13/12/2021)

Pejuang muda diberikan data 1000 KPM di tiap akun aplikasi SAGIS masing-masing yang harus dijalankan. Dalam melakukan pendataan verval di lapangan, pejuang muda terlebih dahulu berkoordinasi dengan Dinas Sosial setempat, dan Kordinator Kabupaten PKH. Setelah memetakan lokasi tujuan, Pejuang Muda meminta ijin ke kecamatan dan Desa tertuju. Setelah itu mendata KPM diantar oleh Ketua RT yang berfungsi penunjuk jalan ke alamat target KPM.

Muhammad Fikri Fadil, Koordinator Pejuang Muda Kabupaten Sekadau mengakui timnya tertinggal jauh dalam mendata keluarga penerima manfaat (KPM) yang sudah diberikan oleh panitia. Hingga akhir bulan November 2021, jumlah data yang berhasil di lakukan verval DTKS di aplikasi Social Affair Geographic Information System (SAGIS) masih sedikit. Hal ini tentu ada beberapa faktor yang menyebabkan kenapa itu terjadi, mulai dari banyaknya lokasi KPM masuk wilayah blankspot (tidak ada sinyal) yang menjadikan Pejuang Muda tidak bisa melakukan pendataan real time dan harus mengubah lokasi sesuai data yang diberikan.

Fikri Fadil menambahkan, faktor lainnya dalam aplikasi Sagis pun sering terjadi error, ketika input data saat ada di wilayah sinyal, serta lokasi KPM berjauhan yang memerlukan waktu untuk menemuinya membuat terhambat. Namun itu semua sudah menjadi resiko dilapangan, Pejuang Muda Kabupaten Sekadau harus bisa mengatur strategi menaklukan medan tersebut.

“ Saat berjumpa dengan bapak Aep Saefullah selaku Mentor kami di lapangan, kami sampaikan hal-hal yang menjadi penghambat dan hasil capaian yang belum maksimal. Lalu beliau memberikan arahan, saran dan strategi agar dapat mengejar ketertinggalan verval DTKS. Dan kami sudah mengatur strategi untuk terjun ke lapangan dengan menyebar masing masing ke lokasi, tidak lagi bersama sama “ Jelas Fikri Fadil, Koordinator PM Sekadau

Lanjut menurut Fikri Fadil, selain tugas verval DTKS, kami juga mengejar tugas Team Based Project atau proyek sosial kami, keduanya akan kami jalankan dengan membagi waktunya. Namun melihat waktunya rencana project sosial kami yang berjudul Sistem Monitoring suhu Ph tanah, kelembapan udara dan tanah pada budidaya tanaman sayur berbasis Internet Of Thing (IoT) tidak bisa kami laksanakan, akan kami rubah kegiatannya. Mengingat hal tersebut memerlukan biaya yang sangat besar.

“ Proyek sosial akan kami sesuaikan dengan kondisi di lokasi dan berdampak kesinambungan kedepannya. Kami sudah berkordinasi dengan Korkab untuk pelaksanaannya. “ Tambah Fikri Fadil putra asli Sanggau.(*/dd)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian