Liputan BERITA

World Cleanup Day 2026, Pemuda Pacitan Bergerak: Dari Gasibu, Seruan Merdeka dari Sampah Menggema

Ditulis oleh Yuyun Abdhi pada 22 September 2026 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan68.com-Semangat menjaga kebersihan lingkungan kembali digaungkan di Kabupaten Pacitan. Memperingati World Cleanup Day (WCD) 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pacitan bersama generasi muda menggelar aksi bersih-bersih lingkungan di kawasan Gasibu, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan yang dikemas dalam semangat “Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah” itu menjadi bagian dari gerakan Kurve Indonesia Asri. Aksi tersebut menyasar kawasan sekitar Gasibu yang menjadi salah satu titik aktivitas pedagang kaki lima (PKL) sekaligus ruang berkumpul masyarakat.

Sejak pagi, para peserta bergerak menyusuri sejumlah sudut kawasan. Sampah plastik bekas bungkus makanan, minuman, hingga jajanan yang berserakan menjadi salah satu temuan dalam kegiatan tersebut.

Kondisi itu sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan sampah tidak selalu berawal dari minimnya fasilitas, tetapi juga berkaitan erat dengan kebiasaan masyarakat dalam membuang dan mengelola sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pacitan, Cicik Ruhdlotul Jannah, mengatakan momentum World Cleanup Day menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Menurutnya, keterlibatan anak-anak muda menjadi bagian penting dalam membangun budaya peduli lingkungan. Aksi bersih-bersih tidak semata-mata bertujuan mengangkat sampah yang berserakan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa setiap orang memiliki peran dalam menjaga ruang publik.

“Lingkungan yang bersih tidak bisa hanya mengandalkan petugas kebersihan. Kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan harus tumbuh dari diri sendiri dan menjadi kebiasaan bersama,” ujarnya.

Kawasan Gasibu dipilih sebagai salah satu lokasi aksi karena merupakan ruang publik yang cukup ramai dan menjadi tempat mangkal pedagang kaki lima. Aktivitas perdagangan dan keramaian masyarakat membuat kawasan tersebut berpotensi menghasilkan timbulan sampah setiap hari.

Dari lokasi itu, pesan yang ingin disampaikan cukup sederhana: menikmati ruang publik harus dibarengi dengan kesadaran untuk ikut merawatnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Pacitan, Yudo Tri Kuncoro, menekankan pentingnya membangun gerakan kebersihan yang melibatkan masyarakat secara luas, terutama generasi muda.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus dibangun melalui aksi nyata. Dengan turun langsung membersihkan lingkungan, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penerima pesan tentang kebersihan, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan perilaku di tengah masyarakat.

“Gerakan seperti ini penting untuk membangun kepedulian bersama. Anak-anak muda harus menjadi contoh bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab sosial,” katanya.

Pesan tersebut terasa semakin relevan ketika para peserta menemukan banyak sampah plastik bekas bungkus cilok, minuman dan berbagai jajanan yang tercecer di sekitar lokasi. Sampah-sampah yang tampak sederhana itu, jika terus dibiarkan, dapat menumpuk dan mengganggu kebersihan serta kenyamanan kawasan.

World Cleanup Day pun akhirnya bukan sekadar kegiatan memungut sampah. Di balik kantong-kantong sampah yang terkumpul, terdapat pesan tentang perubahan kebiasaan.

Bahwa ruang publik adalah milik bersama. Bahwa sampah yang dibuang sembarangan tidak serta-merta hilang ketika lepas dari tangan. Dan bahwa kebersihan lingkungan akan selalu berawal dari pilihan kecil setiap orang untuk bertanggung jawab atas sampahnya sendiri.

Dari Gasibu Pacitan, semangat “Merdeka dari Sampah” kembali ditegaskan: lingkungan yang bersih bukan hanya untuk dinikmati hari ini, tetapi untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.(Red/yun).

Ditulis oleh Yuyun Abdhi

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian