Liputan INTERNASIONAL

Google Didenda Dan Dituduh Sebarkan Hoaks 11 Juta Rubel Oleh Rusia

Ditulis oleh Liputan68 pada 21 April 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

Liputan68.com, Moskow | Pengadilan Rusia telah mendenda Alphabet Inc. senilai 11 juta rubel karena gagal tidak menghapus informasi palsu tentang konflik di Ukraina dan video YouTube yang diproduksi oleh Ukraina.

Badan pemantau komunikasi Rusia Roskomnadzor mengatakan awal bulan ini bahwa mereka akan menghukum Google karena menyebarkan informasi palsu di YouTube, menurut kutipan dari Reuters.com.

Roskomnadzor sebelumnya telah memperingatkan Google bahwa perusahaan akan didenda jika tidak mematuhi peraturan Rusia.

Pengadilan Distrik Tagansky di Rusia memutuskan Google bersalah karena telah melakukan pelanggaran administratif hari ini (21 April 2022) dan didenda dua kasus 4 juta rubel dan 7 juta rubel.

Sebuah video yang disebarluaskan di YouTube diduga diproduksi oleh sekelompok sayap kanan Ukraina, dengan penyebaran informasi yang tidak akurat tentang hilangnya pasukan Rusia dan korban warga sipil di Ukraina, kantor berita Rusia Tas mengatakan itu terkait dengan klip .

Sejak 24 Februari, Rusia telah mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina. Apa yang mereka katakan adalah upaya untuk melemahkan kekuatan militer Ukraina dan menghapus apa yang Rusia sebut sebagai nasionalis berbahaya.

Pasukan Ukraina telah berjuang keras melawan serangan Rusia. Barat juga diperkirakan akan menjatuhkan sanksi besar-besaran terhadap Rusia, melemahkan ekonomi Rusia dan menarik pasukan di Ukraina.

Rusia telah memblokir beberapa perusahaan media sosial asing seperti Facebook dan Instagram.

Kantor berita domestik Rusia, Ria juga melaporkan bahwa proses lain diajukan terhadap Google. Perusahaan mendistribusikan video di YouTube yang menyerukan serangan teror di Rusia.

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian