Liputan BERITA

Rontek Pacitan, Antara Tradisi Gugah Sahur Dan Ajang Unjuk Eksistensi

Ditulis oleh Liputan68 pada 2 April 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan – Rontek Gugah Sahur adalah kegiatan tradisi yang dilakukan oleh sejumlah kelompok masyarakat dari desa atau dusun yang berada di wilayah kabupaten Pacitan.
Dikatakan tradisi, karena Rontek hanya dilakukan dan ada setiap bulan romadhon.

Banyak dinamika yang muncul dalam Rontek. Bukan hanya sebagai Gugah sahur,namun Rontek juga sebagai kegiatan silahturahmi masyarakat khususnya pemuda, dan juga sebagai media eksistensi masyarakat desa.
Kelompok masyarakat tersebut tidak tanggung tanggung dalam melengkapi sarana untuk Rontek. Mereka rela untuk mengeluarkan uang pribadi sekedar untuk membeli alat musik baru seperti kendang, bedug, gong ,dan bambu (alat musik utama Rontek ). Hal ini dilakukan agar kelompok Rontek tersebut terdengar bagus dan baik saat berkeliling Gugah sahur.

BACA JUGAKelompok Nelayan MARLIN Pantai Cermin Terima Bantuan TSJL Dari PTPN IV Adolina Perbaungan Sergai

Namun seiring berjalannya waktu, fenomena Rontek telah sedikit bergeser menjadi ajang unjuk eksistensi yang kemudian berujung bentrok antar desa atau dusun.
Sehingga tidak jarang saat Rontek berlangsung turun kejalan dan bertemu kelompok lain desa potensi bentrok timbul .

” ya potensi bentrok bahkan bentrok antar desa ada.dan itu dari tahun tahun terjadi.lucunya pelaku desa satu dan satunya Itu ketika Rontek bentrok ,eh besoknya ya ketemu dan ngopi bareng ngobrol guyon.seolah gak ada Masalah.dan bahkan saling bercerita kejadian semalam pas bentrok .nah ini asik tapi juga lucu.” Kata Slamet, tokoh masyarakat. Minggu ( 02/04/2023).

Dinamika rontek dengan bentroknya tersebut seolah menjadi hiburan bagi masyarakat. Mereka ( masyarakat) rela membawa keluarga atau temannya untuk datang di tempat tempat rawan bentrok untuk melihatnya.

Seperti yang terjadi pada Minggu (02/04/2023),dinihari. banyak yang datang di wilayah perbatasan desa Arjowinangun dan desa Sirnoboyo ( salah satu titik rawan ). Berharap menyaksikan peristiwa bentrok .

” ya penasaran mas. Ini kan setahun sekali .jadi ya ditunggu tunggu peristiwa ini. Ya mereka tawur tapi besoknya ketemu ya saling sapa.malah saling janji nanti lagi ya bikin rame.asek kok mas.” Kata agus warga desa Ploso

Peristiwa bentrok kelompok Rontek ini sering terjadi .seperti Minggu dini hari tadi.
Petugas gabungan dari TNI,Polri,Satpol PP,dan linmas, memukul mundur dua kelompok Rontek dari desa Arjowinangun dan sirnoboyo di tugu perbatasan desa.mereka terpaksa di Hadang untuk tidak saling melewati batas desa. Walaupun sempat terjadi adu dorong dengan petugas,namun ratusan massa dua kelompok tersebut berhasil di tarik mundur.

” kami Hadang mereka .untuk mundur .kami tegaskan untuk tidak melewati batas desa.karena rawan bentrok . Karena apapun itu bila terjadi bentrokan itu bisa merugikan banyak pihak .” Tegas kapten Dadut, Danramil kota Pacitan.

Dirinya menegaskan.bahwa Rontek adalah kegiatan Gugah sahur. Bukan kegiatan unjuk kekuatan .

” ya marilah kita saling menjaga .jangan ada bentrok. Rontek bisa tapi jangan langgar batas wilayah.” Ungkapnya pada pewarta. ( Yul )

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian