Rontek Pacitan, Antara Tradisi Gugah Sahur Dan Ajang Unjuk Eksistensi

Pacitan – Rontek Gugah Sahur adalah kegiatan tradisi yang dilakukan oleh sejumlah kelompok masyarakat dari desa atau dusun yang berada di wilayah kabupaten Pacitan.
Dikatakan tradisi, karena Rontek hanya dilakukan dan ada setiap bulan romadhon.

Banyak dinamika yang muncul dalam Rontek. Bukan hanya sebagai Gugah sahur,namun Rontek juga sebagai kegiatan silahturahmi masyarakat khususnya pemuda, dan juga sebagai media eksistensi masyarakat desa.
Kelompok masyarakat tersebut tidak tanggung tanggung dalam melengkapi sarana untuk Rontek. Mereka rela untuk mengeluarkan uang pribadi sekedar untuk membeli alat musik baru seperti kendang, bedug, gong ,dan bambu (alat musik utama Rontek ). Hal ini dilakukan agar kelompok Rontek tersebut terdengar bagus dan baik saat berkeliling Gugah sahur.

Namun seiring berjalannya waktu, fenomena Rontek telah sedikit bergeser menjadi ajang unjuk eksistensi yang kemudian berujung bentrok antar desa atau dusun.
Sehingga tidak jarang saat Rontek berlangsung turun kejalan dan bertemu kelompok lain desa potensi bentrok timbul .

” ya potensi bentrok bahkan bentrok antar desa ada.dan itu dari tahun tahun terjadi.lucunya pelaku desa satu dan satunya Itu ketika Rontek bentrok ,eh besoknya ya ketemu dan ngopi bareng ngobrol guyon.seolah gak ada Masalah.dan bahkan saling bercerita kejadian semalam pas bentrok .nah ini asik tapi juga lucu.” Kata Slamet, tokoh masyarakat. Minggu ( 02/04/2023).

Dinamika rontek dengan bentroknya tersebut seolah menjadi hiburan bagi masyarakat. Mereka ( masyarakat) rela membawa keluarga atau temannya untuk datang di tempat tempat rawan bentrok untuk melihatnya.

Seperti yang terjadi pada Minggu (02/04/2023),dinihari. banyak yang datang di wilayah perbatasan desa Arjowinangun dan desa Sirnoboyo ( salah satu titik rawan ). Berharap menyaksikan peristiwa bentrok .

” ya penasaran mas. Ini kan setahun sekali .jadi ya ditunggu tunggu peristiwa ini. Ya mereka tawur tapi besoknya ketemu ya saling sapa.malah saling janji nanti lagi ya bikin rame.asek kok mas.” Kata agus warga desa Ploso

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *