Liputan BERITA

Mlaku Suro 2026, Pemkab Pacitan Rajut Persaudaraan dan Luhurkan Budaya Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Ditulis oleh Yuyun Abdhi pada 13 Juni 2026 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan, Liputan 68.com- Menyambut pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah atau 2026 Masehi, Pemerintah Kabupaten Pacitan akan menggelar kegiatan spiritual dan budaya bertajuk “Mlaku Suro 2026”. Mengusung tema “Ngraketake Paseduluran, Ngeluhurake Budaya Pacitan”, kegiatan ini akan berlangsung pada Senin Pon, 15 Juni 2026, mulai pukul 20.00 WIB dengan rute dari Pendopo Kabupaten Pacitan menuju Pantai Pancer Door.

Lebih dari sekadar peringatan tahun baru Islam, Mlaku Suro menjadi ruang perjumpaan antara nilai-nilai religius, kearifan budaya, dan semangat kebersamaan masyarakat Pacitan. Dalam suasana malam satu suro yang sarat makna, masyarakat diajak berjalan bersama, memanjatkan doa bersama, bershalawat dalam nuansa Jawa, hingga menikmati pertunjukan Wayang Climen yang menjadi bagian dari kekayaan tradisi lokal.

Rangkaian acara diawali dengan Mlaku Bareng, sebuah perjalanan simbolis yang merepresentasikan langkah bersama masyarakat Pacitan menuju kehidupan yang lebih baik. Kebersamaan itu kemudian diperteguh melalui Dedungo Bareng, sebagai wujud rasa syukur dan harapan agar daerah yang dikenal sebagai Kota 1001 Goa senantiasa diberi keberkahan, keselamatan, dan kemajuan.

Nuansa spiritual semakin terasa melalui Sholawatan Jowo, yang memadukan lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW dengan kekayaan seni tradisi Jawa. Sementara itu, Wayang Climen akan menjadi penutup yang menghadirkan pesan-pesan moral dan kebijaksanaan leluhur dalam balutan seni pertunjukan yang akrab dengan masyarakat.

Bupati Pacitan, Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro, mengatakan bahwa Mlaku Suro merupakan ikhtiar untuk menjaga harmoni antara nilai keagamaan dan budaya yang telah tumbuh serta mengakar di tengah masyarakat Pacitan.

“Pergantian tahun baru Islam bukan hanya momentum refleksi spiritual, tetapi juga kesempatan untuk mempererat tali persaudaraan dan memperkuat jati diri budaya daerah. Melalui Mlaku Suro, kami ingin mengajak seluruh masyarakat Pacitan untuk bersama-sama merawat kerukunan, menjaga warisan budaya, dan memanjatkan doa demi kemajuan daerah yang kita cintai,” ujar Bupati, Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, tema ‘Ngraketake Paseduluran, Ngeluhurake Budaya Pacitan’ dipilih sebagai pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada kemajuan fisik, tetapi juga pada kekuatan sosial, spiritual, dan budaya masyarakatnya.

“Budaya adalah identitas, sedangkan persaudaraan adalah kekuatan. Ketika keduanya berjalan beriringan, maka Pacitan akan tumbuh menjadi daerah yang maju tanpa kehilangan akar tradisinya,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Pacitan mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan Mlaku Suro 2026. Diharapkan, kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan yang mampu memperkuat persatuan, memperteguh nilai-nilai keislaman, sekaligus melestarikan budaya adiluhung yang diwariskan para leluhur.

Di bawah cahaya malam satu suro, langkah-langkah yang menyatu dari Pendopo Kabupaten menuju Pantai Pancer Door diharapkan menjadi simbol perjalanan bersama masyarakat Pacitan dalam menapaki masa depan—dengan hati yang bersih, persaudaraan yang erat, dan budaya yang tetap terjaga.(Red/yun).

Ditulis oleh Yuyun Abdhi

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian