Hore.. Gaji ASN Naik? Ini Penjelasan Kepala BKD Pacitan Daryono
Pacitan- “Angin surga” kembali berhembus untuk para aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Pacitan. Pasalnya, pemerintah mewacanakan kenaikan gaji mereka yang sudah hampir satu dekade ini tak pernah ada penambahan.
Hal tersebut berlaku bagi semua ASN, anggota TNI/Polri di seluruh Nusantara.
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pacitan, Daryono mengatakan, itu baru sebatas wacana yang diberitakan di media sosial maupun media mainstream nasional. “Pastinya bagaimana, ya semua terpulang kepada pemerintah melalui Kementerian Keuangan. Kalau kami yang di daerah, juga berharap wacana tesebut bisa menjadi kenyataan,” kata Daryono yang saat itu tengah melaksanakan dinas luar, Kamis (25/5).
Lantas kapan wacana tersebut benar akan direalisasikan pemerintah? Mantan Kepala Dinas Pendidikan ini kembali menegaskan, kebijakan ada di pemerintah pusat.
Meskipun, lanjut Daryono, kebiasaan yang sudah terjadi, kebijakan kenaikan gaji ASN itu disampaikan melalui pidato kenegaraan setiap tanggal 16 Agustus. “Secara akademis biasanya kalau ada kenaikan (gaji) paling cepat di Oktober yaitu pada PAPBN atau Januari tahun anggaran berikutnya atau di APBN induk. Semua itu berkaitan dengan ketersediaan anggaran,” jelasnya.
Apakah setiap kebijakan kenaikan gaji ASN harus terlebih dulu disampaikan melalui pidato kenegaraan? Pejabat yang lama bertugas sebagai Inspektur Pembantu, Inspektorat Daerah ini menegaskan, tidak harus seperti itu. “Hanya kebiasaan yang sudah terjadi disampaikan melalui pidato kenegaraan setiap tanggal 16 Agustus. Namun, pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, kapanpun bisa menaikan gaji pegawai.
Bisa Januari, Februari atau Oktober, yang jelas kapanpun bisa. Sepanjang ada ketersediaan anggaran,” jlentrehnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi terpisah, Kabid Penilaian ASN Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKP SDM) Pacitan, Novia Wardhani juga mengatakan kalau pihaknya belum menerima kabar tersurat dari pusat.
“Saya belum dapat kabar valid dari Kemenpan atau BKN,” kata Novia Wardhani. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan