Liputan BERITA

Antisipasi Caleg Gagal Lantas Alami Gangguan Mental, Ini Pesan Plt Kadinkes Pacitan Daru Mustikoaji

Ditulis oleh Liputan68 pada 30 Mei 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan- Ketatnya persaingan pada perhelatan Pileg maupun Pilbup serentak Tahun 2024, dikhawatirkan akan banyak caleg yang mungkin mengalami gangguan mental paska mereka tak terpilih sebagai anggota legislatif ataupun sebagai bupati dan wakil bupati.

Oleh sebab itu Pemkab Pacitan melalui Dinas Kesehatan, telah mengantisipasi munculnya kasus tersebut dengan memberikan sosialisasi dan imbauan-imbauan serta penyiapan petugas medis untuk melakukan trauma healing seandainya ditemukan caleg gagal lantas mengalami gangguan mental.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan setempat, Daru Mustikoaji mengatakan, menjaga kesehatan mental atau jiwa sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.

Namun banyak orang, bahkan pemerintah, belum memberikan perhatian sungguh-sungguh terhadap permasalahan kesehatan mental tersebut.

“Meningkatnya jumlah pasien gangguan jiwa di Indonesia dan jumlah yang juga perlu di perhatikan di Pacitan, sebagian besar disebabkan pesatnya pertumbuhan hidup manusia, serta beban hidupnya,” kata dokter umum yang juga kandidat kuat calon Kepala Dinkes Pacitan ini, saat dihubungi, Selasa (30/5).

Menurut Daru, sebetulnya ada beberapa langkah sederhana yang bisa dipraktikkan untuk mendeteksi dan membantu menjaga kesehatan mental. Antara lain:

1. Katakan hal positif pada diri sendiri.
2. Tuliskan hal-hal yang patut disyukuri.
3. Fokus pada satu hal pada satu Waktu.
4. Istirahat yang cukup.
5. Olahraga secara rutin.
6. Lakukan hal positif.
7. Kurangi stress.
8. Menjaga konsentrasi.

“Penting untuk diingat bahwa kesehatan mental merupakan hal yang tidak boleh diabaikan dan harus dipelihara sebaik mungkin. Lakukan cara menjaga kesehatan mental yang telah dipaparkan di atas agar fisik, psikis, emosi, dan kehidupan sosialmu selalu dalam kondisi yang baik,” jelasnya.

Masih kata Daru, beberapa tanda seseorang mengalami kondisi mental yang kurang stabil, seperti halnya ketakutan atau kegelisahan yang berlebihan. Perubahan suasana hati, masalah berpikir, perubahan tidur atau nafsu makan dan penarikan diri.

“Diperlukan perhatian khusus terutama saat kita harus menghadapi kondisi besar yang memungkinkan akan mempengaruhi kondisi mental kita,” pesannya. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian