Ganjar Dan Prabowo Masih Menjomblo. ProJo Pacitan: Keduanya Capres Yang Merepresentasikan Pemerintahan Saat Ini, Tidak Menutup Kemungkinan Akan Menyatu Di Pilpres 2024
Pacitan,Liputan 68.com- Skenario perpolitikan tanah air jelang Pilpres 2024, masih bergerak dinamis. Kubu PDI-P bersama beberapa partai pendukung memang sudah fixed memutuskan Ganjar Pranowo sebagai calon presidennya.
Demikian juga di kubu Prabowo Subianto dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang belakangan bertambah satu anggota sekutu yaitu Partai Demokrat, juga telah memutuskan Menteri Pertahanan tersebut sebagai calon presiden yang diusung oleh Gerindra, Golkar, PAN, Gelora, PSI dan Demokrat.
Namun kedua bakal calon presiden itu, sama-sama masih single. Mereka belum memutuskan siapa calon wakil presidennya yang akan digandeng pada perhelatan Pilpres mendatang.
Ketua DPC ormas ProJo Kabupaten Pacitan, John Vera Tampubolon mengatakan, tahapan Pilpres sudah begitu singkat.
Oktober nanti, pasangan calon presiden dan wakil presiden harus sudah mendaftarkan diri ke KPU RI. “Tahapan yang sudah semakin pendek ini, namun dua capres yaitu Ganjar dan Prabowo, belum mengambil keputusan siapa calon wapresnya. Baru Anis yang sudah memutuskan berpasangan dengan Muhaimin Iskandar,” kata John saat dikonfirmasi, Sabtu (23/9).
Menurut mantan anggota DPRD Pacitan berbasis PDI-P ini, masih menjomblonya dua calon presiden tersebut, tidak menutup kemungkinan akan menjadi satu kesatuan.
Artinya, Ganjar akan berpasangan dengan Prabowo sebagai capres dan cawapres. “Kalau sampai berlangsung tiga poros, Pilpres bisa jadi akan berlangsung dua putaran. Cost politik jelas akan membengkak. Namun seandainya Ganjar menyatu dengan Prabowo, Pilpres akan berlangsung dua poros. Cukup satu putaran, Pilpres selesai,” jelas dia.
John menegaskan, prediksi bersatunya Ganjar dan Prabowo, sangat mungkin berlangsung. Sebab keduanya merupakan calon presiden yang merepresentasikan pemerintahan saat ini.
Ganjar merupakan kader PDI-P dan Prabowo merupakan anggota kabinet Presiden Joko Widodo. “Kita lihat saja nanti saat masa pendaftaran ke KPU. Besar kemungkinan Ganjar akan mengakhiri masa jomblonya dengan meminang Prabowo Subianto. Kalau ini terjadi, mungkin mimpi Ganjar akan terwujud. Yaitu menginginkan agar bangsa ini menyatu yang ditandai menyatunya Ganjar dan Prabowo, ” tutur dia.
Sementara terkait sikap ProJo sendiri, John menegaskan, bersamaan dengan masa pendaftaran pasangan calon presiden pada Oktober nanti, ProJo nasional juga akan menggelar rapat kerja nasional untuk memutuskan arah dukungan .
“Apa kata Jokowi, ProJo nasional akan mengikuti. Pasangan calon mana yang akan kita dukung, tunggu hasil rakernas mendatang,” pungkasnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan