Kader Gerindra Pacitan Sebut, Airlangga Hartato Restui Gagarin Maju Di Pilbup Sebagai Calon Bupati?
Pacitan,Liputan 68.com- Kader Gerindra Pacitan, Sediono masih wait and see berkaitan dengan wacana calon bupati dan wakil bupati di Pilbup 2024. Demikian juga soal arah koalisi, masih menunggu arahan pusat.
Menurut Gus Dion, begitu legislator satu periode ini akrab disapa, jajaran kepengurusan partai dibawah kendali Capres terpilih Prabowo Subianto Djojohadikoesoemo itu masih menunggu keputusan pusat. “Ini masih terus rapat-rapat di Jakarta,” ujarnya, Senin (4/3).
Gus Dion menegaskan, baik Gerindra sendiri, Golkar dan juga Demokrat, berada dalam sekutu Koalisi Indonesia Maju (KIM) saat Pilpres lalu. “Apakah bergabung dengan Golkar ataukah Demokrat, kita masih menunggu arahan pusat,” jelas anggota Komisi IV DPRD Pacitan ini.
Hanya saja, menurut mantan wartawan lokal di Pacitan ini, merunut kabar yang diperoleh dari salah seorang pengurus di DPP Gerindra, Ketum Golkar, Airlangga Hartato, konon dikabarkan merestui Wabup Gagarin untuk maju sebagai calon bupati di Pilbup Pacitan, 27 November nanti. Sehingga mau tak mau mereka (Golkar dan Demokrat) bakal pecah kongsi politik menghadapi Pilbup.
“Pak Gagarin kemungkinan besar akan maju sendiri sebagai calon bupati. Kabarnya, Ketum Golkar, Pak Airlangga sudah memberikan restu pencalonannya. Ya kita tunggu saja nanti kepastiannya,” jelas Gus Dion.
Wartawan masih kesulitan mencari kebenaran kabar tersebut. Sebab jajaran kepengurusan DPD Golkar Pacitan, belum bisa dikonfirmasi.
Sementara itu salah seorang purna bakti pejabat, Trihadi Hendra Purwaka menambahkan, sebaiknya memang Demokrat pecah kongsi dengan Golkar.
“Kalau dalam Pilkada/ Pilbup nanti Mas Aji (Indrata Nur Bayuaji, Red) masih menggandeng Bang Gagarin, menandakan pimpinan Demokrat di Pacitan bisa dipandang gak mampu menggerakkan rakyat,” kata mantan Kadis Kesehatan itu, melalui jaringan pribadi aplikasi chating WhatsApp.
Dan, sambung Hendra, kalau nantinya masih tetap berdampingan, ibarat kisah pewayangan sudah tidak menarik untuk dilihat. “Kayak cerita lakon pewayangan sudah gak menarik. Dah diketahui alur dan akhir ceritanya,” terangnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan