Liputan BERITA

PDI-P Ragu Tentukan Sikap Politiknya Mengusung Bacabup Ronny Wahyono. Seteru Lama Akan Bersatu Dengan Demokrat Menuju Pilbup Pacitan 2024

Ditulis oleh Liputan68 pada 14 Agustus 2024 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- PDI-P Pacitan, sepertinya masih gamang mengikuti langkah tiga partai lainnya yaitu PPP, PKS dan NasDem, untuk berkoalisi mengusung bacabup Ronny Wahyono dalam menatap Pilbup serentak 2024.

Bendahara DPC PDI-P setempat, Heru Setyanto mengatakan, selama perhelatan Pilkada langsung digelar, PDI-P tak pernah memberi rekomendasi kepada bakal calon tunggal, baik bupati atau wakil bupati.

“PDI-P hanya akan menyampaikan rekomendasi pencalonan kepada pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati. Jadi bukan rekomendasi tunggal kepada bacabup atau bacawabup,” kata Heru, saat dikonfirmasi Rabu (13/8).

Hal inilah yang membuat PDI-P masih ragu untuk menjatuhkan rekomendasi pencalonan kepada Bacabup Ronny Wahyono. “Sampai saat ini, siapa pasangan Pak Ronny belum jelas. Itu yang membuat kami (PDI-P) baik di level provinsi maupun pusat ragu,” jelas wakil rakyat empat periode ini pada awak media.

Heru mengungkapkan, pada saat tahapan pendaftaran bakal calon lalu dibuka, memang sudah ada tiga bakal calon yang mendaftar. Selain Ronny Wahyono, juga ada nama Miko, dari jajaran kepengurusan di DPP. Keduanya mendaftar sebagai bakal calon bupati. Sedangkan satu nama lainnya yaitu, Muhammad Tonis Dzikrullah yang mendaftar sebagai bakal calon wakil bupati.

Belakangan juga sempat muncul wacana Tri Luki Baskorowati yang hendak berpasangan dengan Ronny Wahyono. “Tapi sekali lagi saat dikonfirmasi dengan DPW dan DPP, hal tersebut masih sangat sumir. Sementara Bu In (Luki Baskorowati) sendiri menyatakan ketidaksiapannya untuk maju sebagai bakal calon wakil bupati bersama Pak Ronny.

Disisi lain, DPP juga tidak akan memberikan rekomendasi kepada Bu In, dengan pertimbangan usia yang sudah terbilang lanjut,” beber Heru.

Mengingat tahapan pendaftaran calon ke KPU yang sudah semakin dekat, Heru menegaskan, sangat berat bagi PDI-P ketika harus mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati. Sehingga opsi berikutnya, PDI-P kemungkinan akan mengambil sikap diam atau berkoalisi dengan partai politik lain yang sudah mempersiapkan pasangan calon sejak awal.

“Kita (PDI-P) hanya punya tiga opsi. Yang pertama mengusung pasangan calon, dan itu sangat berat dilakukan. Opsi kedua diam, atau berkoalisi dengan partai lain dengan bakal calon yang telah disiapkan yaitu Demokrat yang hampir bisa dipastikan akan kembali mengusung Mas Aji (Indrata Nur Bayuaji) sebagai calon bupati,” tegasnya.

Sementara itu seperti diketahui, di Pilbup 2024 ini, PDI-P tidak memiliki auto tiket untuk mengusung pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Partai milik Presiden ke lima RI, Megawati Soekarno Putri ini, mau tau mau harus melakukan koalisi, untuk bisa mengusung pasangan calon. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian