Festival Rontek 2025, Kepala UPT PJJ Pacitan Usulkan Kontes dan Pameran Batu Akik. Begini Tanggapan Kadis Pariwisata Turmudi
Pacitan,Liputan 68.com- Salah seorang penghobi batu akik di Pacitan, Budi Harisantoso berharap saat festival ronda tetek (Rontek) diselenggarakan, Pemkab Pacitan juga bisa menyisipkan agenda kontes batu mulia berbarengan dengan event spektakuler tersebut berlangsung.
Budi yang juga Kepala UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Dinas PU Bina Marga Pemprov Jatim ini berpendapat, festival Rontek merupakan event eksklusif yang menjadi agenda rutin tahunan di bumi kelahiran Presiden SBY.
Karena itu, event prestisius tersebut diharapkan bakal menjadi daya tarik tersendiri terhadap kunjungan wisata ke Pacitan.
Apalagi, sambung dia, kalau dibarengi dengan rencana penyelenggaraan kontes batu akik seperti yang pernah diwacanakan Dinas Pariwisata. “Di tahun-tahun sebelumnya, festival Rontek banyak menyedot perhatian publik. Bahkan wisatawan mancanegara ikut hadir untuk menyaksikan pagelaran seni budaya tradisional yang dikolaborasikan dengan aransemen musik modern tersebut.
Nah, seandainya festival Rontek tahun ini dibarengi dengan kontes batu akik, bakal semakin meriah. Saya optimistis, batu akik yang dulunya menjadi ikon Pacitan, bakal kembali membumi,” kata penghobi akik yang akrab disapa BHS ini, Kamis (19/6/2025).
BHS yang juga putra daerah asli Pacitan ini, ikut berbangga jika dengan terselenggaranya berbagai event berkelas nasional itu, akan bisa membuat lebih makmur daerah tempatnya dilahirkan. “Semoga Pacitan semakin bahagia dan sejahtera. Batu akik bakal kembali membumi,” tutur ahli waris ke-tujuh dari Adipati Kandjeng Djimat ini pada wartawan.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Pacitan, Turmudi mengatakan, festival Rontek Tahun 2025, akan digeber mulai tanggal 7 hingga 9 Juli di Alun-alun kota Pacitan.
Event bergengsi ini, lanjut dia, bakal menyedot perhatian ribuan bahkan jutaan khalayak pecinta seni budaya tradisional, pun masyarakat dari berbagai penjuru.
Apalagi dalam pementasan Rontek juga dibarengi dengan sendratari kreasi serta menyuguhkan berbagai atraksi budaya kontemporer.
Belum lagi aransemen musiknya yang mendayu-dayu dengan lantunan khas suara bambu yang dipukul secara rampak oleh para penabuhnya, serta lenggak-lenggok penarinya.
Tentu event tersebut diharapkan bakal menjadi daya ungkit pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata, lantaran banyaknya pengunjung dari berbagai kota yang akan hadir menyaksikan festival tahunan itu.
“UMKM juga bakal ikut panen rejeki, mengingat banyaknya kehadiran penonton yang tumpah-ruah di Alun-alun. Belum lagi okupansi penginapan, InsyaAllah juga akan meningkat. Karena event dilangsungkan selama tiga hari.
Penonton yang datang dari luar daerah, akan banyak yang menginap,” tuturnya.
Berkaitan dengan usulan penyelenggaraan kontes batu akik, Turmudi menegaskan, sangat tidak mungkin akan digelar bersamaan dengan festival Rontek.
Hal tersebut dikarenakan, tingginya antusiasme masyarakat untuk hadir menonton festival. “Kalaupun diselenggarakan, mungkin baru sebatas basar, belum event kontes.
Kita akan kembali koordinasikan dengan para perajin. Bukan hanya akik, tapi juga kerajinan yang lainnya agar mereka ikut hadir membuka lapak-lapak kecil saat festival Rontek berlangsung. Mungkin juga pameran benda-benda pusaka,” jlentrehnya.
Sementara terkait wacana kontes akik, Turmudi menyatakan, tetap akan diselenggarakan, namun di waktu yang lain.
“Kita upayakan tahun inilah, kontes batu akik bisa kita laksanakan. Tujuan utamanya tentu sebagai perangsang wisatawan untuk kembali mengingat kalau Pacitan itu sebagai kota wisata. Ingat akik, juga ingat Pacitan.
Jadi sambil berwisata, pulang juga membawa oleh-oleh berbagai barang khas Pacitan termasuk batu akik Red Baron dan lainnya,” tukasnya. (Red/yun).

Tinggalkan Balasan