Pasar Ilang Kumandange, Kang Mas Prayitno Sebut Banyaknya Pelaku Ekonomi Yang Melakukan Kegiatan Usaha Diberbagai Tempat
Pacitan,Liputan68.com- “Pasar ilang kumandange”, sebuah frasa yang menyiratkan bagaimana pasar tradisional kini kehilangan kemeriahan dan kesibukannya, terutama karena persaingan dengan pasar online.
Kondisi ini menggambarkan perubahan zaman dan dinamika sosial yang terus bergerak. Selain juga perubahan paradigma dengan bertambahnya lapangan kerja sektor non formal.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian, Pacitan, Prayitno, mengatakan, pasar ilang kumandange itu disebabkan karena meningkatnya pelaku ekonomi, yang melakukan kegiatan wirausaha di berbagai tempat seperti permukiman, pusat keramaian seperti alun- alun, pabrik, sekolah dan tempat wisata.
Artinya mereka berupaya meningkatkan layanan dengan mendekatkan kepada pembeli/pelanggan. Seperti contohnya sekarang banyak berdirinya kios sayur dan pedagang sayur keliling dimana mereka tidak hanya membawa hasil sayuran tapi juga melengkapi dagangannya dengan aneka bumbu masakan, aneka jajanan, buah, sayur, gorengan dan nasi bungkusan.
Dengan kegiatan tersebut, mereka berharap, Ibu-ibu rumah tangga, tidak lagi pergi ke pasar untuk memenuhi kebutuhan dapurnya. Mereka cukup berbelanja di sekitar tempat tinggalnya.
Namun begitu, Payitno, menekankan pentingnya menghidupkan kembali pasar tradisional dengan beberapa cara dan strategi. Mengingat di kawasan pasar, menjamur para pegiat usaha mikro dan juga UMKM.
Beberapa cara dan strategi dimaksud, sambung dia, yaitu pentingnya promosi melalui media sosial dan platform online untuk meningkatkan visibilitas dan daya tarik.
“Pasar tradisional bisa mengembangkan sistem online untuk memudahkan transaksi,” katanya, Kamis (31/7/2025).
Prayitno juga menekankan perlunya peningkatan kualitas pelayanan dengan menyediakan fasilitas yang nyaman dan ramah bagi pembeli.
Pun, pengembangan komunitas yang kuat dengan mengadakan acara dan kegiatan yang dapat meningkatkan interaksi antara penjual dan pembeli.
Dengan strategi-strategi tersebut, pasar tradisional dapat kembali menjadi pusat kegiatan ekonomi dan sosial yang dinamis dan makmur.
“Pemerintah dan stakeholder terkait perlu bekerja sama untuk menciptakan kebijakan yang mendukung pengembangan pasar tradisional tersebut,”tegasnya.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan