Kabag Perekonomian Setda Pacitan: “Lembaga Keuangan Juga Memiliki Tanggung Jawab Untuk Memberikan Edukasi dan Literasi Keuangan Kepada Masyarakat, Tidak Hanya Mengejar Target Jumlah Kredit”
Pacitan,Liputan 68.com- Kabag Perekonomian Setda Pacitan, Ali Mustofa menekankan pentingnya strategi marketing yang adil dan transparan dalam penjualan produk dengan sistem cash tempo atau kredit.
Tujuannya, sambung dia, agar konsumen tidak terjebak dalam masalah keuangan yang memberatkan.
Ia juga menekankan, perlunya analisa yang tepat terhadap kemampuan calon debitur, dari lembaga keuangan pemberi kredit. Hal ini diharapkan untuk membantu mencegah risiko kredit macet dan menjaga kestabilan perekonomian masyarakat.
“Strategi marketing yang bijak akan menguntungkan kedua belah pihak, baik penjual maupun konsumen,” kata Ali Mustofa, Senin (13/10/2025).
Menurut pejabat asal Bali ini, terjadinya kredit macet atau gagal bayar bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kesalahan strategi marketing dan analisa dari lembaga keuangan.
Jika lembaga keuangan tidak melakukan analisa yang tepat terhadap kemampuan calon debitur, maka risiko kredit macet akan meningkat.
Lembaga keuangan juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat, tidak hanya mengejar target jumlah kredit sehingga tidak edukatif, transparan dan selektif dalam menyalurkan pembiayaan.
“Karena itu, penting bagi lembaga keuangan untuk melakukan analisa yang akurat dan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum memberikan kredit kepada konsumen,” jlentrehnya.
Lebih lanjut, pejabat yang diisukan bakal masuk gerbang jabatan pimpinan tinggi pratama dalam kebijakan mutasi pejabat waktu dekat nanti berharap, agar simbiosis mutualisme dalam marketing penjualan bisa tercipta. Yaitu menguntungkan antara penjual dan konsumen.
Kalau ini terjadi, kata Ali, kedua belah pihak dapat merasakan manfaat dan tidak ada yang merasa dirugikan. “Hindari praktik parasitisma yang hanya menguntungkan satu pihak, sehingga menciptakan hubungan yang tidak seimbang dan tidak berkelanjutan,” pesannya.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan