GTPP Covid-19 Pemkab Pacitan Sarankan OPD Laksanakan WFH Ataupun One Day one Home
Pacitan, liputan68.com- Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pacitan, dr Johan Tri Putranto, menyarankan agar organisasi perangkat daerah (OPD) yang pernah terkonfirmasi covid-19, baik staf, keluarga, ataupun pimpinan, bisa melaksanakan work from home (WFH) maupun one day one home.
Itu mengingat, saat ini sebaran covid-19 kian merajalela. Banyak aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat yang berinteraksi dengan dinas ataupun badan yang akhirnya terpapar coronavirus. “Kami menyarankan untuk melaksanakan WFH maupun one day one home, apabila situasi memang mengharuskan seperti itu,” kata Johan, Sabtu (,2/1).
Pria yang juga dipercaya sebagai Kepala UPT Puskesmas Gondosari Kecamatan Punung Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan ini, juga menegaskan, agar masyarakat jangan lalai melaksanakan protokol kesehatan, utamanya 3M plus. Yaitu memakai masker, menjaga jarak fisik ketika berinteraksi, mencuci tangan pakai sabun dan menghindari berkerumun.
Selain itu, juga penerapan VDJ, yaitu ventilasi, durasi dan jarak. “Jadi untuk lingkup perkantoran, apalagi ruangan berpendingin, diharapkan selalu menerapkan 3M plus dan juga VDJ. Hindari makan siang bersama, berkumpul ataupun aktivitas lain yang berpotensi mendatangkan banyak orang,” jelas dokter umum yang saat ini dipercaya sebagai penanggungjawab wisma atlet Pacitan sebagai lokasi karantina pasien positif covid-19 tersebut.
Sementara itu mengenai kondisi para pejabat yang disinyalir pernah dinas ke ibukota provinsi, Johan berpendapat, tim gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19, akan menelusuri riwayat atau status epidemiologi dari pasien covid-19 confirm, yaitu Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.
Artinya, tim tracing nantinya akan mencari informasi utamanya seberapa lama para pejabat melakukan interaksi. Apakah sampai 15 menit ataukah tidak. Kemudian jarak interaksi, apakah kurang dari 1-1,5 meter ataukah tidak. “Idealnya kami sarankan untuk dilakukan 3T. Sehingga akan diketahui dan diantisipasi seandainya benar ada pejabat ataupun staf di Pemkab Pacitan yang pernah berdinas ke Surabaya. Meskipun kami berpendapat, sampai saat ini masih relatif aman mengenai persoalan tersebut,” tandasnya. (yun).

Tinggalkan Balasan