Pacitan,Liputan 68.com-Di balik dapur sederhana di Dusun Ngrijangan, Desa Sooka, Kecamatan Punung, denyut ekonomi kerakyatan terus bergerak.
Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Prayitno, turun langsung menyapa pelaku usaha rumahan kripik tempe kedelai dan kripik tempe benguk, Mbak Eni, Kamis (8/1/2026).
Kunjungan tersebut menjadi cermin perhatian pemerintah daerah terhadap pelaku usaha mikro yang tumbuh dari ketekunan tangan-tangan warga desa. Dalam kesempatan itu, Prayitno melihat langsung proses produksi kripik tempe yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga Mbak Eni.
Setiap kali produksi, Mbak Eni mengolah rata-rata 2 hingga 2,5 kilogram kedelai serta sekitar 2 kilogram benguk. “Bahan baku tersebut diolah secara mandiri hingga menjadi kripik tempe yang renyah dan siap dipasarkan. Hasil produksinya dipasarkan ke warga Desa Sooka serta menjangkau desa-desa di sekitarnya,” ujarnya.
Meski masih berskala rumah tangga, usaha kripik tempe benguk ini dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang. Permintaan pasar yang relatif stabil menjadi sinyal positif bahwa produk pangan lokal masih memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat.
Prayitno menilai, penguatan usaha mikro seperti ini perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga pada aspek kualitas kemasan, perizinan, hingga perluasan jaringan pemasaran. Dengan pendampingan yang tepat, produk lokal desa diyakini mampu naik kelas dan bersaing lebih luas.
