Liputan BERITA

Retribusi Wisata Pacitan Tembus Rp7,9 Miliar, Namun Masih Jauh di Bawah Sektor Kesehatan

Ditulis oleh Yuniardi Yuniardi pada 1 Oktober 2026 • ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan68.com-Pacitan dikenal luas sebagai daerah yang mengandalkan sektor pariwisata. Deretan destinasi alam menjadi magnet bagi wisatawan sekaligus salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD).

Namun, dari sisi penerimaan retribusi, sektor pariwisata masih terpaut cukup jauh dibandingkan retribusi pelayanan kesehatan.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pacitan, Deni Cahyantoro, mengatakan tahun ini pemerintah daerah menetapkan target pendapatan dari retribusi pelayanan tempat rekreasi, pariwisata, dan olahraga sebesar Rp10.226.900.000.

Hingga September, realisasinya telah mencapai sekitar 78 persen, atau sebesar Rp7.977.360.000. Dengan capaian tersebut, masih terdapat sekitar Rp2.249.540.000 yang harus dikejar hingga memenuhi ketetapan yang telah ditetapkan.

“Sehingga masih menyisakan Rp2.249.540.000 dari total ketetapan,” kata Deni, Kamis (1/10).

Di sisi lain, angka ketetapan retribusi pelayanan kesehatan Pacitan menunjukkan nominal yang jauh lebih besar. Tahun ini, sektor tersebut ditetapkan mampu memberikan pendapatan sebesar Rp149.946.520.185.

Perbedaan itu menunjukkan betapa lebarnya kontribusi masing-masing sektor terhadap penerimaan retribusi daerah. Pariwisata yang selama ini menjadi salah satu wajah Pacitan, dari sisi retribusi, masih belum mampu mendekati besarnya penerimaan yang berasal dari pelayanan kesehatan.

Deni pun mengakui adanya selisih ketetapan yang cukup tinggi antara kedua sektor tersebut.

“Ya memang ada selisih ketetapan yang cukup tinggi,” ujarnya.

Meski demikian, Deni tetap memberikan apresiasi terhadap capaian retribusi sektor pariwisata hingga September. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan adanya kontribusi nyata dari sektor wisata terhadap pendapatan daerah.

Bahkan, ia melontarkan pertanyaan retoris untuk menggambarkan posisi penerimaan retribusi pariwisata Pacitan dibandingkan daerah lain.

“Enek daerah lain yang retribusi kesehatannya lebih kecil dari retribusi wisata?” kata Deni.

Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan bahwa, meski Pacitan dikenal sebagai daerah wisata, struktur penerimaan retribusinya masih lebih banyak ditopang sektor pelayanan kesehatan. Di tengah geliat pariwisata yang terus berkembang, capaian retribusi wisata masih menjadi bagian yang perlu terus didorong agar potensinya semakin terasa bagi pendapatan daerah.(Red/yun).

Ditulis oleh Yuniardi Yuniardi

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian