Mendorong Kopi Pacitan Mendunia, Ketua DPRD Minta Pemerintah Beri Contoh dan Rangkul Ekosistem Lokal
Pacitan,Liputan68.com-Potensi komoditas kopi lokal di Kabupaten Pacitan menyimpan peluang besar yang belum tergarap secara seimbang. Meski solidaritas sosial masyarakat telah terjalin kuat, solidaritas ekonomi khususnya di sektor pertani dan industri kopi dinilai masih membutuhkan dorongan nyata dari pemerintah daerah.
Ketua DPRD Pacitan, Dr. Arif Setia Budi, menegaskan pentingnya langkah konkret pemerintah untuk mendukung para pegiat dan pencipta kopi lokal. Menurutnya, sebagai komoditas yang sifatnya konsumtif dan habis pakai, kopi lokal seharusnya menjadi pilihan utama di daerahnya sendiri.
“Pemerintah harus memikirkan solidaritas ekonomi, terutama bagi para pegiat dan pencipta kopi. Karena kopi ini barang habis pakai, harapannya pemerintah mau membeli produk lokal itu sendiri dan memberikan contoh yang baik bagi masyarakat Pacitan,” ujar politikus Demokrat yang akrab disapa ASB ini, disela-sela Festival Kopi Pacitan 2026, Jum’at (9/10).
Arif menekankan bahwa kesejahteraan petani kopi tidak cukup hanya dibantu melalui pembagian bibit atau pupuk semata. Diperlukan pembinaan menyeluruh mulai dari edukasi pengolahan, positioning, hingga strategi pemasaran (channeling & marketing) agar kopi Pacitan mampu menembus pasar nasional hingga mancanegara.
Untuk mewujudkan hal tersebut, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) sangat dibutuhkan. Selain pemerintah dan petani, para wirausahawan, pemilik kedai kopi, hingga barista lokal harus dirangkul dalam satu ekosistem yang solid.
“Dari merekalah kopi Pacitan bisa dikenal luas. Kalau semua ikut menyuarakan keunggulan kopi Pacitan, tentu kita juga harus menjaga kualitasnya. Kualitas itu penting, bukan hanya mengejar kuantitas,” jelasnya.
Saat ini, tanaman kopi telah tersebar luas di 172 desa dari 12 kecamatan di Pacitan. Kendati minat pegiat kopi di tingkat desa berkembang pesat, tantangan utama yang dihadapi adalah konsistensi kuantitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pembeli skala besar (buyer).
Menyoroti tren konsumsi kopi yang terus bergeser—dari sekadar kopi susu hingga sajian black coffee seperti Amerikano—ASB optimistis cita rasa kopi Pacitan memiliki daya tarik tersendiri jika dikembangkan secara profesional. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendongkrak nilai tawar dan branding kopi lokal.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan