Dorong UMKM Lebih Mandiri, Prayitno Serahkan Bantuan Rombong dan Modal Usaha BAZNAS 2026
Pacitan,Liputan68.com-Upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan melalui program pemberdayaan usaha produktif.
Kali ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS Kabupaten Pacitan menyalurkan bantuan rombong usaha dan tambahan modal usaha kepada masyarakat yang membutuhkan, Kamis (15/10) di Kantor BAZNAS Kabupaten Pacitan.
Penyerahan bantuan tersebut diwakili oleh Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Prayitno, yang hadir mewakili Bupati Pacitan. Sebanyak 13 penerima manfaat memperoleh dukungan usaha, terdiri atas tiga orang penerima bantuan dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan 10 orang dari BAZNAS Kabupaten Pacitan.
Bantuan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong masyarakat agar mampu membangun usaha, mengembangkan potensi ekonomi, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Setiap penerima bantuan rombong usaha memperoleh dukungan senilai Rp3,5 juta, sementara tambahan modal usaha diberikan sebesar Rp1 juta per orang.
Di balik bantuan tersebut, tersimpan harapan agar masyarakat tidak hanya mendapatkan sarana untuk memulai usaha, tetapi juga memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan pendapatan dan menata masa depan keluarga secara mandiri.
Dalam sambutannya, Prayitno menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS atas kepedulian dan komitmennya dalam membantu masyarakat melalui program pemberdayaan ekonomi produktif. Menurutnya, dukungan berupa sarana usaha dan tambahan modal merupakan bentuk kepedulian yang diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi penerima.
“Semoga bantuan rombong dan tambahan modal usaha ini bisa memberikan manfaat nyata bagi Bapak dan Ibu penerima. Kami berharap bantuan ini tidak hanya menjadi sarana untuk berjualan, tetapi juga menjadi awal tumbuhnya semangat baru dalam membangun usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tutur Prayitno.
Ia berpesan agar bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal, disertai ketekunan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam menjalankan usaha. Sebab, keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh modal yang dimiliki, tetapi juga oleh konsistensi, kemauan untuk belajar, serta kemampuan bertahan menghadapi berbagai tantangan.
“Manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Kelola usaha dengan penuh semangat, kejujuran, dan tanggung jawab. Setiap usaha tentu membutuhkan proses dan perjuangan. Yang terpenting adalah terus berusaha, menjaga semangat, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Semoga usaha Bapak dan Ibu semakin berkembang, penghasilannya meningkat, dan ke depan bisa semakin mandiri,” tambahnya.
Lebih dari sekadar bantuan ekonomi, program ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi tumbuhnya pelaku usaha mikro yang tangguh dan berdaya saing. Usaha yang berkembang tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan pemiliknya, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sekitarnya.
Prayitno pun berharap para penerima manfaat dapat mengembangkan usahanya secara bertahap, sehingga manfaat bantuan tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan saat ini, melainkan berlanjut menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.
“Semoga ikhtiar Bapak dan Ibu semua diberikan kelancaran dan keberkahan. Mudah-mudahan usaha yang dirintis semakin maju, kebutuhan keluarga semakin tercukupi, dan suatu saat bisa membuka kesempatan kerja bagi orang lain. Kami berharap para penerima bantuan dapat terus tumbuh menjadi pelaku usaha yang tangguh dan mandiri,” ungkapnya.
Program bantuan rombong dan tambahan modal usaha tersebut merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan pemanfaatan zakat secara produktif. Melalui pendekatan ini, zakat tidak hanya berperan dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan yang mendorong tumbuhnya kemandirian ekonomi.
Dukungan berupa sarana usaha dan permodalan diharapkan mampu membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan, memperluas aktivitas ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui usaha yang dijalankan secara konsisten.
Sinergi antara BAZNAS Provinsi Jawa Timur, BAZNAS Kabupaten Pacitan, dan Pemerintah Kabupaten Pacitan pun diharapkan terus diperkuat agar jangkauan program pemberdayaan semakin luas, terutama bagi pelaku usaha mikro yang membutuhkan dukungan untuk tumbuh dan berkembang.
Melalui kolaborasi tersebut, bantuan yang disalurkan diharapkan menjadi pemantik semangat bagi masyarakat Pacitan untuk terus berusaha, berani mengembangkan potensi, dan membangun kemandirian ekonomi dari lingkungan keluarga.
Sebab, ketika usaha kecil tumbuh dan semakin banyak masyarakat mampu berdiri di atas kaki sendiri, fondasi perekonomian daerah pun akan semakin kuat.
UMKM Tangguh, Ekonomi Tumbuh.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan