30 Pelajar SMKN 2 Kupang Ikuti Sertifikasi Kompetensi Pemasangan PLTS, Didukung PLN
Liputan68.com- PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Dwipantara melalui Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Timor memfasilitasi sertifikasi kompetensi bidang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bagi 30 siswa kelas XII SMK Negeri 2 Kupang. Hal ini menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan kompetensi sumber daya manusia Indonesia di bidang energi baru terbarukan.
Para siswa mengikuti Ujian Sertifikasi Kompetensi Pelaksana Madya Pembangunan dan Pemasangan PLTS yang dilaksanakan pada Sabtu (26/9). Kegiatan yang didukung melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UPK Timor tersebut dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) APEI Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 30 peserta berasal dari Program Keahlian Teknik Energi Terbarukan, Konsentrasi Keahlian Teknik Energi Surya, Hidro dan Angin (TESHA) SMK Negeri 2 Kupang.
Kepala SMK Negeri 2 Kupang, Hebner Dakabesi, mengapresiasi dukungan PLN UPK Timor dalam meningkatkan kompetensi guru dan siswa, khususnya di bidang ketenagalistrikan dan energi terbarukan.
“Kami sangat berterima kasih kepada PLN atas dukungan terhadap peningkatan kompetensi guru dan siswa. Sertifikasi ini menjadi nilai tambah bagi peserta didik ketika melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja,” ujar Hebner.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara, Sujana, mengatakan peningkatan kompetensi generasi muda menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perkembangan industri energi, termasuk transisi menuju pemanfaatan energi yang lebih bersih.
“Perkembangan energi baru terbarukan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang teruji dan diakui. Melalui program ini, kami ingin membantu mempersiapkan generasi muda NTT agar semakin siap mengambil bagian dalam perkembangan industri energi bersih,” ujar Sujana.
Selain kepada siswa, dukungan peningkatan kompetensi juga diberikan kepada tenaga pendidik. Sebelumnya, lima guru SMK Negeri 2 Kupang mengikuti pelatihan dan sertifikasi di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE), Jakarta pada 30 Agustus hingga 5 September 2026.
Manager PLN UPK Timor, Mukhammad Zia Ulhaq, mengatakan peningkatan kompetensi guru diharapkan memberikan dampak berkelanjutan terhadap proses pembelajaran dan pengembangan keterampilan siswa.
“Kami optimistis kompetensi yang diperoleh para guru dapat diteruskan kepada siswa sehingga pengetahuan dan pengalaman yang didapat tidak berhenti pada kegiatan sertifikasi, tetapi memberikan manfaat berkelanjutan bagi sekolah dan masyarakat,” pungkas Zia.
Untuk diketahui, PLN Unit Induk Pembangkitan Dwipantara merupakan unit PLN yang bertugas melaksanakan pengendalian operasi dan pemeliharaan pembangkit listrik PLN yang tersebar di seluruh Indonesia. Sejalan dengan holding, UIK Dwipantara terus mengusung agenda Transformasi 2.0 dengan visi menjadi Top 500 Global Company dan menjadi pilihan nomor satu bagi pelanggan untuk Solusi Energi melalui upaya pertumbuhan usaha, implementasi digitalisasi secara end-to-end, menjalankan transisi energi untuk mendukung tercapainya Net Zero Emission (NZE), serta menghadirkan proses bisnis dengan SDM berkelas dunia.***

Tinggalkan Balasan