Pacitan Panen Bencana. BPBD Imbau Masyarakat Jangan Panik Dan Upayakan Melakukan Evakuasi Mandiri
Pacitan, liputan68.com- Belumlah usai badai coronavirus, kini musibah bencana banjir dan tanah longsor kembali mendera sejumlah wilayah di Pacitan.
Hingga Ahad (1/11) petang, dilaporkan banyaknya akses jalan, pemukiman warga serta fasilitas umum yang rusak lantaran diterjang tanah longsor dan banjir bandang.
Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Didik Alih Wibowo, mengatakan, merujuk hasil laporan dari lokasi kejadian bencana, akibat meluapnya Sungai Jelok dan Sungai Jati, beberapa pemukiman, area persawahan dan fasilitas umum, tergenang air bah. “Adapun lokasi kejadian dilaporkan sebagai berikut, Sungai Jelok orde 2 (anak sungai Grindulu), Kecamatan Pacitan, tepatnya di Desa Kayen, Sukoharjo, Sirnoboyo, Kembang dan Kecamatan Kebonagung yaitu, Desa Banjarjo, Desa, Kebonagung, Dan Desa Purwoasri. Kemudian Sungai Jati orde 2 (anak sungai Grindulu)
Kecamatan Pacitan, Desa Purworejo.
Akibat luapan air bah dari dua anak sungai tersebut mengakibatkan pemukiman, sawah dan fasilitas umum tergenang,” kata Didik, disela-sela kegiatan peninjauan lokasi bencana.
Luapan air sungai disebabkan curah hujan yang begitu deras dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak pukul 15.30 Wib sampai dengan pukul 20.58 Wib. Tak ayal, debit air akhirnya meluap melampaui tanggul dan parapet sungai Jelok di Desa Sukoharjo. “Selain itu juga terjadi aliran balik (back water) dari sungai orde 3 yang tidak bisa masuk ke sungai Jelok.
Air bah menerobos melalui tanggul bronjong Sungai Jelok, penanganan darurat banjir pada Tahun 2017 lalu di Desa Kayen dan Purwoasri. Selain itu, debit Sungai Jati di Desa Purworejo meluap,” jelas Didik.
Saat ini, upaya yang telah dan sedang dilaksanakan yaitu, berkoordinasi dengan Dinas PUPR dan pemerintah desa. Selain itu, pengoperasian pintu- pintu sungai dan tanggul sungai Jelok. “Kami imbau masyarakat terdampak untuk tetap tenang dan evakuasi mandiri,” tuturnya. (yun).

Tinggalkan Balasan