Liputan BERITA

Setelah Ciptakan Bulan, Ini Matahari Buatan Cina

Ditulis oleh Liputan68 pada 11 Desember 2020 ⏱️ 2 Menit Baca

SICHUAN – CINA – Apa saja bisa dibuat di Cina, belakangan ini yang menghebohkan adalah dibuatnya matahari.. Seperti apa matahari buatan negara yang juga dikenal dengan nama Tiongkok ini?

Matahari “made in China” ini dibuat dengan energi nuklir. Para peneliti Cina meyakini bahwa Matahari yang mereka buat ini bisa menghasilkan energi tanpa batas.

Matahari buatan ini diberi nama HL-2M Tokamak. HL-2M Tokamak adalah hasil penelitian nuklir terbesar dan paling canggih dalam sejarah dengan tujuan untuk mendapatkan energi bersih, ramah lingkungan, dan terbarukan. Para peneliti bahkan mengklaim jika energi yang diciptakan “matahari” buatan ini lebih aman dari reaktor nuklir pada umumnya.

Foto Para Ilmuwan Cina Mengembangankan Reaktor Nuklir di Sichuan (doc. akurat.co)

Bentuknya sama sekali berbeda dengan matahari yang selama ini kita ketahui. Jadi, reaktor nuklir yang ada di Provinsi Sichuan ini memakai medan magnet yang bisa memadukan plasma panas. Suhu yang diproduksi oleh “matahari” ini mencapai 150 juta derajat Celcius alias 10 kali lebih panas dari inti matahari.

Para peneliti dari Cina sudah mengerjakan proyek ini sejak 2006. Saat itu, tujuan utamanya adalah membuat reaktor fusi nuklir dengan versi yang lebih kecil. Mereka pun menjalin kerjasama dengan para ilmuwan dari Reaktor Eksperimental Termonuklir Internasional, proyek penelitian fusi nuklir terbesar di dunia yang dilakukan di Prancis.

Fusi dianggap sebagai sumber energi dari matahari. Proses ini merupakan kebalikan dari proses fisi yang bisa menciptakan senjata atom serta pembangkit listrik tenaga nuklir. Hanya, berbeda dengan fisi, proses fusi dianggap tidak menghasilkan limbah radioaktif sehingga dianggap lebih aman. Proyek ini juga dianggap bisa menurunkan risiko kecelakaan.

Pengembangan energi fusi nuklir tidak hanya sebagai cara untuk menyelesaikan kebutuhan energi strategis Cina, tetapi juga memiliki signifikansi besar untuk pengembangan energi dan ekonomi nasional Cina yang berkelanjutan di masa depan,” seperti dilansir dari People’s Daily.(1-M)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian