Ikut KLB di Sumatera Utara, Ini Alasan dari Ketua DPC Kabupaten HST
Liputan68.com | Yofie Rachmani Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), mengakui ikut menghadiri Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
Dikonfirmasi wartawan pada hari Minggu (7/3/2021), Yofie mengaku berangkat ke Medan dan mengikuti kongres tersebut sejak Rabu (3/3/2021) hingga Sabtu (6/3/2021).
“Sekarang sudah di Bandara Soekarno-Hatta, Saya pulang duluan,” kata Yofie yang akan kembali ke Kabupaten HST, Provinsi Kalimantan Selatan.
Diapun mengakui menghadiri kongres tersebut bersama delapan Ketua DPC lainnya di Provinsi Kalsel.
Yofie mengatakan, dirinya dan DPC Partai Demokrat Kabupaten HST yang mendukung KLB merasa kecewa karena di bawah AHY, Partai Demokrat jalan di tempat.
“Kami kecewa dengan DPP karena Demokrat jalan di tempat. Contohnya saja saat Pemilu 2019 lalu. Tak ada dukungan dan bantuan apapun dari DPP untuk kampanye. Seperti untuk membikin atribut kampanye, termasuk untuk kantor sekterariat partai. Uang saku untuk saksi juga tidak ada, padahal itu sangat penting. Jadi sulit bagi kami meraih suara di legislatif,”bebernya.
Pada saat kondisi itu, kata Yofie ada, tawaran dari kubu Moeldoko yang ingin membesarkan partai, sehingga harapan itu pun disambutnya.
Diakui, kehadiran di kongres di Sibolangit, Provinsi Sumut, tanpa sepengetahuan Ketua dpd Demokrat Kalsel.
Kemudian, Yofie pun mengakui, seluruh biaya akomodasi, transportasi serta keperluan lainnya selama mengikuti kongres, ditanggung penyelenggara.
Disinggung tentang sikap pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten HST lainnya, Yofie mengatakan, untuk Sekretaris dan Bendahara, dia yakin pilihannya sama, yaitu ke kubu Moeldoko.
“Kalau anggota lainnya, belum tahu. Karena, saya belum lagi menggelar pertemuan dengan pengurus lainnya,” katanya, seraya menambahkan menyerahkan pilihan ke masing-masing.
Mengenai sikap selanjutnya setelah KLB, Yofie mengatakan masih menunggu keputusan dari pusat.
Dia menyatakan siap menanggung risiko atas pilihannya tersebut, jika nanti kubu AHY mengajukan gugatan dan memenangkan gugatan tersebut. “Risikonya, saya siap dipecat atas plihan politik ini,” katanya.
DIsebutkan, untuk Kantor Sekretariat DPC Partai Demokrat Kabupaten HST di Jalan Sarigading, Kota Barabai, Kabupaten HST, saat ini memang tidak aktif.
Pasca banjir bandang pada Januari 2021 lalu, seluruh atribut sudah dicabut. Termasuk spanduk. “Bukan karena ada kongres, tapi memang karena kantor masih dalam pembersihan, pasa banjir bandang,” katanya.
Sumber: Banjarmasinpost

Tinggalkan Balasan