SIDIKALANG – LIPUTAN68.COM – Seorang laki-laki berumur asal Tigalingga sedang menjalani cuci darah atau hemodialisa di Rumah Sakit Umum Daerah Sidikalang. Namanya Gistan Manulang (58). Dia berbaring di atas tempat tidurnya.
Gistan Manullang tidak sendiri. Ia ditemani istrinya. Gistan menuturkan, cuci darah di RSUD Sidikalang rutin dilakukan. Gistan pun mengatakan cuci darah di tempat lain tidak ada bedanya dengan pelayanan RSUD Sidikalang.
Menurutnya, pelayanan di RSUD baik. Pelayanan juga ramah. “Sebelum ada di Dairi, hampir setahun saya cuci darah di Medan, ” kata Gistan Manullang.
Gistan mengatakan, sejak ada cuci darah di RSUD Sidikalang dirinya tidak pernah lagi ke Medan. Ia pun merasa terbantu. Selain itu jaraknya yang sangat dekat. “Sangat terbantulah, tentu irit biaya,” ucapnya.
Meski demikian, Gistan berharap mesin cuci darah di RSUD Sidikalang perlu ditambah. Menurutnya, di Dairi sudah banyak pasien yang wajib cuci darah.
“Maunya di tambah alatnya,” harapnya.
Gistan pun mengucapkan terima kasih kepada Bupati Eddy Berutu dan Pemkab Dairi yang telah membuat pelayanan cuci darah ada di RSUD Sidikalang. Ia turut mendoakan Eddy Berutu dan petugas RSUD Sidikalang sehat-sehat dalam menjalankan tugas.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak Bupati Dairi sehat-sehat dalam menjalankan pemerintahan. Semoga pelayanan di RSUD Sidikalang terus meningkat,” kata Gistan.
Demikian juga Darigin Tumangger (48) pasien cuci darah asal Kabupaten Aceh Singkil.
Daringin yang sebelumnya melakukan cuci darah di Adam Malik Medan kini bisa cuci darah di RSUD Sidikalang.
“Sebelumnya saya cuci darah di Adam Malik Medan, tapi belakangan saya ke RSUD Sidikalang. Di sini lebih dekat, tentu biayanya lebih sedikit,” katanya.
Daringin pun bersyukur dengan pelayanan cuci darah ada di Dairi. Ia pun mengaku merasakan manfaat program Bupati Eddy Berutu.
“Terima kasih bapak Bupati Eddy Berutu. Saya yang bukan penduduk Dairi merasakan program cuci darah. Semoga pak bupati sehat-sehat,” katanya.
